Uni Eropa Siapkan Balasan Tarif Trump, Dana Pensiun dan Tabungan Warga AS Terancam
Pada dasarnya Uni Eropa dan AS bisa mencapai kesepakatan, seperti yang dilakukan Inggris, dan kemudian mulai melakukan negosiasi teknis.
Uni Eropa tengah menyiapkan tindakan balasan atas kebijakan Presiden AS yang menerapkan tarif sebesar 30 persen atas produk yang diimpor ke AS. Uni Eropa menyiapkan daftar tarif untuk produk-produk impor dari Amerika senilai total 21 miliar euro (sekitar Rp398 triliun), jika kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat tidak tercapai.
Hal ini dikatakan Menteri Luar Negeri sekaligus Wakil Perdana Menteri Italia Antonio Tajani seperti dilansir dari Sputnik di Jakarta, Selasa (15/7).
"Daftar bea masuk Eropa senilai 21 miliar euro telah disiapkan, dan ada satu lagi tambahan. Saya yakin akan ada perkembangan. Tarif merugikan semua pihak, termasuk Amerika Serikat. Jika pasar saham anjlok, dana pensiun dan tabungan warga Amerika terancam," kata Tajani saat wawancara dengan surat kabar Il Messaggero, Senin (14/7).
Dia mencatat bahwa pada dasarnya Uni Eropa dan AS bisa mencapai kesepakatan, seperti yang dilakukan Inggris, dan kemudian mulai melakukan negosiasi teknis tentang masing-masing kategori perdagangan dalam beberapa bulan mendatang.
"Tujuan jangka panjang kami adalah nol tarif. Pasar terbuka antara Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, dan Eropa," katanya.
Pada 12 Juli Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pihaknya akan menerapkan tarif sebesar 30 persen atas produk-produk impor dari Eropa per 1 Agustus, sementara tarif sektoral sebelumnya akan tetap berlaku.
Pada akhir pekan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan Uni Eropa akan melanjutkan negosiasi dengan Washington, namun seraya memperingatkan bahwa mereka siap untuk melakukan aksi balasan.
Presiden Prancis Tolak Keras
Presiden Prancis, Emmanuel Macron menolak keras keputusan Amerika Serikat memberlakukan tarif 30 persen untuk produk ekspor Uni Eropa, dan menyerukan percepatan penyusunan langkah balasan yang kredibel.
"Bersama Presiden Komisi Eropa, Prancis menyuarakan penolakan keras atas pengumuman tarif horizontal sebesar 30 persen untuk ekspor Uni Eropa ke Amerika Serikat mulai 1 Agustus," tulis Macron melalui akun X, dilansir dari laman Anadolu di Jakarta.
Dia menegaskan kembali pentingnya Komisi Eropa untuk menunjukkan ketegasan dalam menjaga kepentingan Eropa secara konsisten dan tegas.
"Hal ini berarti mempercepat penyusunan langkah-langkah balasan yang kredibel, dengan memanfaatkan seluruh instrumen yang dimiliki, termasuk mekanisme anti-koersi (anti paksaan), apabila tidak ada kesepakatan yang dicapai sebelum 1 Agustus," tambah Macron.
Dia juga menyampaikan dukungan penuh Prancis terhadap jalannya negosiasi yang akan diintensifkan guna mencapai kesepakatan bersama sebelum tenggat waktu tersebut.
"Kesepakatan itu diharapkan mencerminkan rasa saling menghormati yang semestinya dimiliki antara mitra dagang seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat, yang saling berbagi kepentingan serta rantai nilai yang terintegrasi."