UIN Ar-Raniry dan KemenP2MI Perkuat Pelindungan Pekerja Migran Melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi
UIN Ar-Raniry Banda Aceh berkolaborasi dengan KemenP2MI untuk memperkuat penempatan dan pelindungan pekerja migran melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, membuka peluang bagi calon pekerja migran.
Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) akan menjalin kerja sama strategis. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia. Penguatan ini diwujudkan melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Langkah ini diharapkan meningkatkan kualitas serta daya saing pekerja migran Indonesia di kancah global. Rencana kerja sama disampaikan saat kunjungan Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh Siti Rolijah ke UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada hari Sabtu. Nota kesepahaman akan menjadi landasan resmi bagi berbagai program bersama di masa depan.
Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam konteks ini mencakup tiga pilar utama: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam aspek pendidikan, UIN Ar-Raniry akan mengintegrasikan materi terkait migrasi aman dan hak-hak pekerja migran ke dalam kurikulumnya, serta mengembangkan program pelatihan khusus. Dari sisi penelitian, akan dilakukan studi mendalam mengenai tantangan dan peluang pekerja migran, yang hasilnya dapat menjadi dasar perumusan kebijakan yang lebih efektif. Sementara itu, pengabdian kepada masyarakat akan diwujudkan melalui program pendampingan langsung dan advokasi bagi calon maupun pekerja migran yang sudah berada di luar negeri.
Kolaborasi Strategis untuk Peningkatan Kualitas PMI
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman, menyambut baik rencana kerja sama ini. Beliau menyatakan bahwa inisiatif ini sejalan dengan mandat perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kerja sama ini juga menjadi kelanjutan dari pengabdian internasional yang telah dilakukan dosen dan mahasiswa UIN Ar-Raniry. Mereka sebelumnya telah mendampingi anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia dan Thailand, memberikan dukungan pendidikan dan psikososial untuk memastikan kesejahteraan mereka di tengah lingkungan asing.
Rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara KemenP2MI/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan UIN Ar-Raniry akan menjadi landasan formal. MoU ini mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kapasitas calon pekerja migran Indonesia.
Peran UIN Ar-Raniry dalam Pembekalan Calon Pekerja Migran
UIN Ar-Raniry menawarkan berbagai potensi kolaborasi yang relevan untuk pelindungan pekerja migran. Ini termasuk pelatihan bahasa asing hingga sertifikasi kompetensi bagi calon pekerja migran. Kampus ini telah mengembangkan pelatihan bahasa Jepang, Turki, Arab, dan Inggris melalui pusat pengembangan bahasanya. Pelatihan ini tidak hanya fokus pada kemampuan komunikasi dasar, tetapi juga pada pemahaman budaya dan etika kerja di negara tujuan, yang sangat krusial untuk adaptasi dan keberhasilan mereka. Program pendampingan juga melibatkan Fakultas Psikologi serta Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, didukung perwakilan diplomatik Indonesia di negara tujuan.
Selain itu, UIN Ar-Raniry memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). LSP ini sangat mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa dan alumni yang berminat menjadi pekerja migran, memastikan bahwa kualifikasi mereka diakui secara nasional dan internasional, sehingga meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja global.
Dukungan BP3MI Aceh dalam Sosialisasi Peluang Kerja Aman
Kepala BP3MI Aceh, Siti Rolijah, menegaskan pentingnya kerja sama dengan perguruan tinggi. Ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pekerja migran Indonesia. UIN Ar-Raniry dinilai memiliki potensi besar untuk terlibat dalam program peningkatan kapasitas calon pekerja migran. Potensi tersebut mencakup pelatihan bahasa, sertifikasi kompetensi, serta pembekalan lintas budaya sebelum bekerja di luar negeri.
BP3MI Aceh juga menawarkan kolaborasi dalam program sosialisasi peluang kerja luar negeri yang aman kepada mahasiswa dan calon alumni. Dalam waktu dekat, sosialisasi akan diberikan kepada ribuan calon wisudawan UIN Ar-Raniry terkait prosedur bekerja di luar negeri secara legal dan aman. Sosialisasi ini penting untuk mencegah calon pekerja migran terjebak dalam praktik ilegal yang berisiko tinggi, serta memastikan mereka memahami hak dan kewajiban mereka.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi individu pekerja migran, tetapi juga berkontribusi pada citra positif Indonesia di mata internasional. Dengan pekerja migran yang terampil, terlindungi, dan berdaya saing, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai penyedia tenaga kerja berkualitas. Ini adalah langkah progresif menuju tata kelola migrasi yang lebih baik dan berkeadilan, sejalan dengan komitmen pemerintah terhadap pelindungan warga negaranya di mana pun mereka berada.
Sumber: AntaraNews