LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Triwulan I 2018, laba perusahaan multifinance tumbuh 20,56 persen

Sejauh ini jumlah multifinance yang terdaftar resmi di OJK terdiri dari 191 perusahaan. Total aset multifinance hingga akhir Maret 2018 tercatat sudah mencapai angka Rp 483,92 triliun. Angka tersebut tumbuh 7,65 persen atau Rp 34,4 triliun dibanding periode yang sama pada tahun lalu (year on year/yoy).

2018-05-21 17:30:40
OJK
Advertisement

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri perusahaan pembiayaan (multifinance) tumbuh positif tahun ini. Sejauh ini jumlah multifinance yang terdaftar resmi di OJK terdiri dari 191 perusahaan.

"Industri perusahaan pembiayaan baik dari sisi aset, profitabilitas juga jumlah pembiayaannya termasuk NPF (Non Performing Financing) mengalami growth (pertumbuhan)," kata Deputi Komisioner Pengawas IKNB Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) II OJK, Moch Ihsanuddin, di Gedung OJK, Jakarta Pusat, Senin (21/5).

Dia mengungkapkan, total aset multifinance hingga akhir Maret 2018 tercatat sudah mencapai angka Rp 483,92 triliun. Angka tersebut tumbuh 7,65 persen atau Rp 34,4 triliun dibanding periode yang sama pada tahun lalu (year on year/yoy).

Advertisement

Selain itu, laba multifinance juga tercatat mengalami peningkatan. Untuk tiga bulan pertama 2018, tercatat multifinance sudah membukukan Rp 3,74 triliun atau secara yoy naik 20,56 persen.

"Selanjutnya piutang pembiayaan juga mengalami peningkatan yoy 6,08 persen alias secara nominal meningkat Rp 24,02 triliun dengan nilai outstanding per akhir Maret Rp 419,2 triliun," ujarnya.

Dia mengungkapkan, multifinance memiliki banyak sumber pendanaan yang memang mayoritas berasal dari pinjaman. Pinjaman terdiri atas pinjaman luar negeri, dalam negeri, dan bisa dengan penerbitan bond atau obligasi, atau medium term note.

Advertisement

"Secara growth yoy juga mengalami pertumbuhan 8,40 persen. Kalau dirinci pinjaman dalam negeri Rp 179,8 triliun masih dominan atau 52,5 persen. Pinjaman luar negeri Rp 91,2 triliun, atau 27 persen. Penerbitan surat berharga campur semuanya Rp 71,7 triliun atau 20,9 persen dari total pinjaman."

Baca juga:
OJK perketat pengawasan peredaran gadai ilegal jelang Lebaran
OJK sebut generasi milenial rentan terkena masalah keuangan
OJK kini punya buku literasi keuangan elektronik untuk pelajar SD dan SMP
Bahas BP Tapera, Sri Mulyani dan bos OJK sambangi Kementerian PUPR
OJK bekukan kegiatan PT Sunprima Nusantara Pembiayaan, ini penyebabnya
Pemerintah dorong peran perbankan wujudkan pemerataan ekonomi
Bos OJK soal nilai tukar Rp 14.000: Semua kondisi normal, tak ada kejadian luar biasa

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.