Trivia Pangan: Geser Bali, Kalimantan Selatan Raih Indeks Ketahanan Pangan Terbaik Nasional Berkat Peran Polda Kalsel
Kalimantan Selatan berhasil meraih Indeks Ketahanan Pangan (IKP) terbaik nasional, menggeser Bali. Simak bagaimana peran Polda Kalsel berkontribusi pada prestasi ketahanan pangan Kalsel ini!
Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) baru saja menorehkan prestasi gemilang dalam sektor pangan. Daerah ini berhasil meraih Indeks Ketahanan Pangan (IKP) terbaik nasional pada tahun 2025 dengan nilai impresif 81,98 persen. Pencapaian ini menggeser dominasi Provinsi Bali yang selama tiga tahun terakhir selalu menduduki posisi teratas.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kontribusi signifikan. Ia secara khusus menyoroti peran besar Satgas Pangan Polda Kalsel dalam pencapaian tersebut. Kolaborasi erat antara semua unsur pemerintah daerah dan kepolisian menjadi kunci keberhasilan ini.
Prestasi ini tidak datang begitu saja, melainkan hasil dari berbagai upaya berkelanjutan. Kalsel mampu menjaga ketersediaan stok pangan, menstabilkan harga, serta menangani daerah rawan pangan secara efektif. Keberhasilan ini diumumkan pada Minggu (5/10) di Banjarmasin, menegaskan komitmen daerah terhadap ketahanan pangan.
Kolaborasi Kunci Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan
Selama tiga tahun terakhir, posisi tertinggi dalam indeks ketahanan pangan selalu dipegang oleh Provinsi Bali. Sementara itu, Kalimantan Selatan sebelumnya hanya mampu mencapai peringkat ketiga dan kedua. Namun, berkat sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan Satgas Pangan Polda Kalsel, posisi puncak kini berhasil diraih.
Syamsir Rahman menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan faktor penentu. "Kami berterima kasih atas kontribusi besar Satgas Pangan Polda Kalsel, berkat kolaborasi semua unsur bersama pemerintah daerah maka Kalsel terbaik nasional untuk daya tahan ketahanan pangan yang baru saja dirilis Badan Pangan Nasional," ujarnya di Banjarmasin, Minggu.
Upaya menjaga ketersediaan stok pangan merupakan prioritas utama. Selain itu, stabilitas harga juga terus dipantau dan dikendalikan secara cermat. Penanganan daerah rawan pangan dilakukan secara tepat sasaran, memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal dalam akses pangan.
Peran Strategis Satgas Pangan Polda Kalsel
Peran Satgas Pangan Polda Kalsel sangat krusial dalam mengawal keamanan distribusi barang pokok. Mereka memastikan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi bagi petani. Pengawasan ketat juga dilakukan terhadap penjualan bahan pangan lainnya, mulai dari tingkat distributor hingga pedagang eceran kepada konsumen.
Selain pengawasan, Satgas Pangan Polda Kalsel juga aktif melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara masif. Melalui GPM, penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog ke masyarakat dapat dilakukan dengan harga terjangkau. Ini membantu meningkatkan daya beli masyarakat.
Direktur Reskrimsus Polda Kalsel, Kombes Pol M Gafur Aditya Siregar, menjelaskan detail pelaksanaan GPM. Dalam salah satu gelaran GPM di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, 6.200 kilogram atau 6,2 ton beras SPHP berhasil terjual. Beras tersebut ditawarkan dengan harga Rp56.500 per kemasan 5 kilogram.
Upaya Menjaga Stabilitas Harga dan Pasokan
Tidak hanya beras SPHP, Satgas Pangan Polda Kalsel juga menyediakan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Minyak goreng MinyaKita terjual sebanyak 324 liter, gula pasir 193 kilogram, beras premium Ponukawan 20 kilogram, dan beras Setra Ramos 20 kilogram. Semua komoditas ini dijual di bawah harga pasar.
Kombes Pol M Gafur Aditya Siregar menegaskan komitmen tersebut. "Semua bahan pangan pokok ini kami jual dengan harga murah di bawah harga di pasaran sebagai komitmen bagi membantu masyarakat dan meningkatkan daya beli," jelas Gafur. Inisiatif ini bertujuan meringankan beban ekonomi masyarakat.
Gafur memastikan bahwa Gerakan Pangan Murah akan terus dilaksanakan. Pelaksanaan GPM akan berlanjut selama stok beras SPHP di gudang Bulog masih tersedia untuk disalurkan kepada masyarakat. Ini menunjukkan keberlanjutan program dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Kalimantan Selatan sendiri telah menunjukkan kapasitasnya dalam produksi pangan. "Kolaborasi seperti ini harus terus kita pertahankan, Kalsel selalu surplus beras selama lebih dari satu dekade, bahkan mampu menjadi penyuplai ke provinsi tetangga dengan tahun ini satu juta ton lebih kita produksi," tambah Syamsir Rahman, menunjukkan potensi besar Kalsel sebagai lumbung pangan.
Sumber: AntaraNews