LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG
  2. EKONOMI

Total Utang Semua Negara di Dunia Capai Rekor Tertinggi, Nilainya Tembus Rp4 Juta Triliun

Sekitar 55 persen dari kenaikan ini berasal dari negara-negara maju, terutama didorong oleh AS, Prancis, dan Jerman.

Jumat, 23 Feb 2024 19:46:00
utang
Total Utang Semua Negara di Dunia Capai Rekor Tertinggi, Nilainya Tembus Rp4 Juta Triliun (merdeka.com)
Advertisement

Ini terjadi seiring dengan negara-negara berkembang mencapai puncak baru dalam rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Mata uang kertas berbagai negara terlihat di jasa penukaran uang, Melawai, Jakarta, Rabu (28/9/2022). Nilai tukar rupiah tembus Rp15.236 per dolar AS pukul 10.41 WIB pada perdagangan Rabu (28/9/2022). (Liputan6.com/Johan Tallo) © 2023 fimela

Total Utang Semua Negara di Dunia Capai Rekor Tertinggi, Nilainya Tembus Rp4 Juta Triliun

Total Utang Semua Negara di Dunia Capai Rekor Tertinggi, Nilainya Tembus Rp4 Juta Triliun

Tingkat utang global mencapai rekor tertinggi yaitu mencapai USD 313 triliun atau setara Rp4.881.235 triliun.

Ini terjadi seiring dengan kondisi negara berkembang mencapai puncak baru dalam rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Mengutip Reuters (23/2), Institute of International Finance (IIF) mencatat utang global melonjak lebih dari USD15 triliun atau setara Rp233.850 triliun pada kuartal IV-2023.

Angka tersebut mencapai sekitar USD210 triliun atau setara Rp3.273.900 triliun dalam hampir satu dekade lalu, menurut data.

Advertisement

"Sekitar 55 persen dari kenaikan ini berasal dari negara-negara maju, terutama didorong oleh AS, Prancis, dan Jerman," kata IIF dalam Global Debt Monitor

Advertisement

Namun demikian, rasio utang global terhadap PDB turun sekitar 2 poin persentase menjadi hampir 330 persen pada tahun 2023.

Petugas menunjukkan mata uang kertas berbagai negara di jasa penukaran uang, Melawai, Jakarta, Rabu (28/9/2022). Nilai tukar rupiah tembus Rp15.236 per dolar AS pukul 10.41 WIB pada perdagangan Rabu (28/9/2022). (Liputan6.com/Johan Tallo) © 2023 fimela

Meskipun penurunan rasio ini sangat penting terjadi di negara-negara maju, beberapa negara berkembang mencatat angka tertinggi menunjukkan kemampuan suatu negara membayar kembali utangnya.

India, Argentina, China, Rusia, Malaysia dan Afrika Selatan mencatat kenaikan terbesar, menandakan potensi tantangan yang semakin besar dalam pembayaran utang.


"Dengan semakin dekatnya penurunan suku bunga The Fed, ketidakpastian seputar arah kebijakan suku bunga AS dan dolar AS dapat semakin meningkatkan volatilitas pasar dan mendorong kondisi pendanaan yang lebih ketat bagi negara-negara dengan ketergantungan yang relatif tinggi pada pinjaman luar negeri," kata laporan itu.

IIF menambahkan bahwa perekonomian global terbukti “tahan” terhadap volatilitas biaya pinjaman, sehingga mendorong kembalinya sentimen investor.


Pada tahun 2024, minat untuk melakukan pinjaman meningkat terutama di negara-negara berkembang, seiring dengan peningkatan volume penerbitan obligasi negara internasional.

Awal tahun ini, umumnya merupakan waktu ramai untuk segala jenis penjualan utang. Arab Saudi, Meksiko, Hongaria, Rumania, dan sejumlah negara lainnya menerbitkan obligasi dalam jumlah besar. Hal tersebut merupakan rekor terbesar sepanjang masa pada bulan Januari sebesar USD 47 miliar.

"Jika terus berlanjut, sentimen optimis ini akan membalikkan penurunan utang yang sedang dilakukan pemerintah-pemerintah Eropa dan perusahaan-perusahaan non-keuangan di pasar-pasar negara maju, yang keduanya kini memiliki utang yang lebih sedikit dibandingkan saat menjelang pandemi,” katanya.

Sampul Utang Madrid © 2023 bolanet

Namun, IIF menyuarakan keprihatinannya atas potensi kembalinya tekanan inflasi, yang dapat mengakibatkan biaya pinjaman lebih tinggi.

Selain itu, geopolitik dengan cepat muncul sebagai ‘risiko pasar struktural’, kata IIF, dengan fragmentasi lebih dalam meningkatkan kekhawatiran mengenai disiplin fiskal di seluruh dunia.

Advertisement

“Defisit anggaran pemerintah masih jauh di atas tingkat sebelum pandemi, dan percepatan konflik regional dapat memicu lonjakan belanja pertahanan secara tiba-tiba,”

Berita Terbaru
  • Pangdam Udayana Lantik 137 Bintara Infanteri, Siap Hadapi Dinamika Tugas
  • Komplotan Ganjel ATM Lintas Daerah Diciduk di Tangerang, Kerugian Capai Puluhan Juta
  • Sempurna! Tim Indonesia Raih Kemenangan 5-0 atas Aljazair di Laga Pembuka Piala Thomas 2026
  • Fajar Fikri Piala Thomas 2026: Strategi Adaptasi Lapangan di Denmark
  • Polda Banten Tanam 1.000 Mangrove di Cilegon, Perkuat Ekosistem Pesisir dan Ekonomi Masyarakat
  • utang
  • utang amerika serikat
  • utang indonesia
Artikel ini ditulis oleh
Editor Idris Rusadi Putra
M
Reporter Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.