Tim reformasi migas sebut kenaikan BBM bikin kisruh negara
Tim Reformasi Tata Kelola Migas mempertanyakan perhitungan harga premium.
Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (RTKM) merasa tak sejalan dengan pemerintah. Tim yang dikomandoi Faisal Basri itu merekomendasikan bahan bakar minyak (BBM) Ron 88 atau premium dihapus. Namun pemerintah justru melepas harganya sesuai harga keekonomian. Faisal Basri menjelaskan, usul penghapusan premium agar tidak terjadi fluktuasi harga di dalam negeri.
"Harga minyak selama Februari naik, namun apakah penghitungan Premium itu wajar. Kan Premium sudah tidak ada di pasar. Kita sudah berikan rekomendasi agar pemerintah menghapus RON 88. Namun itu keputusan ada di pemerintah," ujar Faisal di Sekretariat Tim RTKM, Jalan Plaju, Jakarta Pusat, Selasa (3/3).
Fluktuasi harga premium, diyakini bakal menciptakan kekisruhan. Berubah-ubahnya harga BBM akan diikuti perubahan harga sejumlah komoditas pangan. Di sisi yang lain, dipertahankannya Premium membuat mafia migas masih tumbuh subur di Indonesia.
"Itulah yang menjadi biang keladi bagi kekisruhan negara, soalnya beda harga (pembelian) hanya Rp 200. Dan trader (pedagang minyak) dan mafia untungnya dari situ," ucapnya.
Baca juga:
Faisal Basri usul SKK Migas jadi perusahaan BUMN
Jokowi pamer ekonomi baik tapi Rupiah anjlok, beras mahal & BBM naik
Menteri ESDM latih masyarakat terbiasa hadapi fluktuasi harga BBM
DPR minta pemerintah jelaskan ke masyarakat soal naik turunnya BBM
Ini alasan Menteri ESDM naikkan harga premium Rp 200/liter