Terus naik, utang luar negeri Indonesia tembus Rp 4.636 triliun di September 2017
Angka utang ini naik dibanding bulan sebelumnya atau Agustus 2017 yang tercatat hanya USD 340,93 miliar. Posisi utang per September 2017 ini juga naik dibanding awal tahun lalu yang hanya USD 322,90 miliar.
Bank Indonesia (BI) melansir data terbaru mengenai posisi utang luar negeri Indonesia. Per September 2017, utang luar negeri Indonesia tercatat sebesar USD 343,13 miliar atau setara dengan Rp 4.636 triliun (kurs hari ini). Angka utang ini naik dibanding bulan sebelumnya atau Agustus 2017 yang tercatat hanya USD 340,93 miliar.
Posisi utang per September 2017 ini juga naik dibanding awal tahun lalu yang hanya USD 322,90 miliar.
Dikutip dari data resmi Bank Indonesia, utang luar negeri Indonesia sebesar USD 343,13 miliar ini terdiri dari utang luar negeri pemerintah bersama Bank Indonesia serta swasta.
Porsi utang luar negeri pemerintah sendiri mencapai USD 172,37 miliar dan Bank Indonesia sebesar USD 3,53 miliar. Total utang keduanya adalah USD 175,91 miliar. Total utang ini naik dibanding bulan sebelumnya yang hanya USD 174,93 miliar.
Sedangkan, porsi utang swasta tercatat sebesar USD 167,21 miliar. Angka utang ini juga naik dibanding bulan sebelumnya yang mencapai USD 165,99 miliar.
Utang luar negeri swasta juga terbagi menjadi utang perbankan dan utang non-perbankan. Utang perbankan tercatat mencapai USD 28,70 miliar. Sedangkan utang luar negeri non-perbankan tercatat USD 138,50 miliar.
Untuk non-perbankan, terbagi menjadi utang lembaga keuangan bukan bank atau nonbank financial corporation yang mencapai USD 10,71 miliar. Kemudian utang perusahaan bukan lembaga keuangan atau nonfinancial corporation sebesar USD 127,79 miliar.
Bank Indonesia memandang perkembangan utang luar negeri pada September 2017 tetap sehat dan terkendali. Bank sentral terus memantau perkembangan utang luar negeri dari waktu ke waktu untuk memberikan keyakinan bahwa utang luar negeri dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi.
"Keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi," kutipan keterangan Bank Indonesia di situs resminya.
Baca juga:
Bank Dunia beri pinjaman Rp 4 T tingkatkan reformasi keuangan RI
JICA beri utang Rp 900 miliar ke UGM untuk bangun 10 learning center
Target utang Rp 325 T di 2018, Menkeu Sri Mulyani janji realisasi bisa lebih rendah
Sri Mulyani : ORI014 laku Rp 8,9 triliun, masih sesuai target pemerintah
Menko Darmin: Proyek infrastruktur belum semua selesai, Anda sudah hitung utangnya