Tenaga kerja ahli berbahasa asing jadi buruan di 2018
Tenaga kerja yang menguasai dua bahasa atau lebih akan menjadi incaran empuk perusahaan-perusahaan, sebab dianggap sebagai aset yang berharga untuk kemajuan perusahaan. Sehingga dia mengharapkan agar masyarakat Indonesia bisa memiliki kemampuan berbahasa asing.
Managing Director Robert Walters untuk Asia Tenggara, Toby Fowlston mengungkapkan di tahun 2018 mendatang kemampuan berbahasa asing akan menjadi indikator penting sebuah perusahaan dalam merekrut karyawan baru.
Tenaga kerja yang menguasai dua bahasa atau lebih akan menjadi incaran empuk perusahaan-perusahaan, sebab dianggap sebagai aset yang berharga untuk kemajuan perusahaan.
"Kami mengharapkan pertumbuhan dan aktivitas perekrutan yang stabil di Indonesia untuk tahun 2018. Perusahaan yang ingin merekrut kandidat terbaik harus jelas mengenai harapannya terhadap kandidat dan bersiap untuk membayar gaji premium untuk menarik orang yang tepat," kata Toby di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (22/11).
Dia menjelaskan, terdapat permintaan kandidat yang kuat di semua sektor, meliputi minyak bumi, gas dan pertambangan. Namun, ekspansi tercepat terlihat pada industri teknologi, terutama financial technology (fintech) dan supply chain dan procurement.
Pihaknya memprediksi pada 2018, perusahaan yang beroperasi di sektor ini akan aktif mencari kandidat lokal yang mahir teknologi dan fasih dwibahasa, idealnya dengan pengalaman internasional.
Sehingga dia mengharapkan agar masyarakat Indonesia bisa memiliki kemampuan berbahasa asing. Menurutnya, tenaga kerja yang memiliki kemampuan berbahasa asing akan berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia yang sedang melesat ke tahap ekonomi global.
"Masih terjadi ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran kandidat dengan keterampilan tersebut dan masih akan berlanjut. Kesenjangan kemampuan berpotensi mencapai 50 persen hingga 60 persen pada tahun 2020."
Sebagai tanggapan atas permintaan dari perusahaan yang membutuhkan profesional lokal dengan kemampuan dwibahasa dan pengalaman internasional, lanjutnya, kampanye 'Pulang Kampung' telah membantu banyak perusahaan mengidentifikasi dan mempekerjakan kandidat berbakat Indonesia yang terampil dari Iuar negeri.
Baca juga:
Survei: Pekerja dengan keahlian TI jadi buruan di tahun depan
Pemkab Purwakarta dan KJRI Jeddah bantu kepulangan TKI korban kecelakaan kerja
Jambore TIK 2017, pemerintah siapkan disabilitas masuki dunia kerja
Survei: Warga Malaysia sering lembur bekerja, orang Singapura kurang tidur
Ekonomi digital genjot penciptaan lapangan kerja informal
Pemerintah diminta manfaatkan industrialisasi pangan ciptakan lapangan kerja anyar
Menteri Airlangga pastikan digitalisasi industri tak gerus tenaga kerja