Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ekonomi digital genjot penciptaan lapangan kerja informal

Ekonomi digital genjot penciptaan lapangan kerja informal Bagi-bagi takjil untuk ojek online. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), Timbol Siregar, mengatakan ekonomi digital telah menciptakan lapangan kerja informal besar. Hal ini bisa menjadi kompensasi atas semakin turunnya lapangan kerja formal.

"Seperti GO-JEK ini kan akibat ekonomi digital," katanya di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta, Rabu (15/11).

Namun, yang perlu menjadi fokus ialah melindungi pekerja informal. Tujuannya supaya bisa lebih produktif dan memberikan nilai tambah kepada ekonomi Indonesia. "Memang teknologi itu berdampak kepada perluasan lapangan kerja, itu tidak bisa dibantah," ujarnya.

Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta, mengatakan sektor informal saat ini memiliki kelebihan tersendiri. Di mana, jam kerja pekerja informal lebih sedikit, namun, mendapatkan penghasilan yang lebih besar dibandingkan dengan buruh.

"Ada tukang nasi goreng yang katakanlah kerjanya 4 jam. Tapi dia bisa menghasilkan pendapatan bersihnya mungkin sampai Rp 150.000 per hari. Sudah lebih besar dari upah buruh yang ada di Jakarta. Kerja cuma 4 jam," jelasnya.

Maka dari itu, sektor informal perlu dipandang sebagai tempat seseorang berkesempatan mendapatkan penghasilan.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP