Temui Kadin, pengusaha Swedia keluhkan regulasi dan infrastruktur RI
Temui Kadin, pengusaha Swedia keluhkan regulasi dan infrastruktur RI. Shinta W. Kamdani mengatakan bahwa pertemuan membahas payung organisasi pengusaha serta beberapa dialog prioritas usaha. Kadin akan memfasilitasi kerjasama antar kedua negara dengan cara membentuk kelompok sesuai sektor usaha.
Kamar Dagang Industri (Kadin) mengadakan pertemuan dengan para pengusaha Swedia. Pertemuan yang berlangsung di Hotel Mandarin Oriental tersebut turut dihadiri oleh Raja Swedia.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani mengatakan bahwa pertemuan membahas payung organisasi pengusaha serta beberapa dialog prioritas usaha. Selain itu juga disinggung mengenai hambatan dalam berbisnis di Tanah Air.
"Tadi itu hanya antara Kadin dan Sweden sebagai payung organisasi jadi kita tidak tanda tangani MoU bisnis to bisnis. Tadi itu adalah dialog prioritas," kata Shinta, Jakarta, Selasa (23/5).
"Keluhan itu misalnya di infrastruktur soal regulasi soal akuisisi lahan, biasalah yang standar-standar itu," tambahnya.
Shinta mengatakan, Kadin akan memfasilitasi kerjasama antar kedua negara dengan cara membentuk kelompok sesuai sektor usaha.
"Kita akan memfasilitasi jadi kita bentuk working group working group kelompok di bidang-bidang ini, kemudian kita akan mengkaji, menargetkan prioritasnya apa aja yang mau kita jalin kerjasama antar kedua negara," ujar Shinta.
"Sebenarnya kita lebih fokus ke digitalization, makanya kita spesifik sektor digitalization yaitu lebih untuk pengembangan start up start up tekno di Indonesia juga, ada GO-JEK misalnya," lanjut Shinta.
Baca juga:
Pemerintah tawarkan proyek 3 daerah ini ke China di KTT OBOR
Menko Luhut: Isu komunisme ancam iklim investasi Indonesia
Ketidakpastian reklamasi Teluk Jakarta ganggu investasi properti
4 Prediksi menteri hingga Jokowi usai RI raih investment grade S&P
Jokowi ingatkan investasi asing bukan ancaman tapi kebutuhan
Usai investment grade, bos BI yakin dana asing mengalir deras ke RI
Raih investment grade S&P, ini untung untuk RI