Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah tawarkan proyek 3 daerah ini ke China di KTT OBOR

Pemerintah tawarkan proyek 3 daerah ini ke China di KTT OBOR Luhut Panjaitan. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan beberapa waktu mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Beijing, China, dalam rangka menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) one belt one road (OBOR). Pada pertemuan tersebut, China menawarkan investasi sekitar USD 3 triliun untuk ditanam di negara-negara peserta OBOR.

"Mereka berikan tawaran banyak kerja sama dengan negara lain juga. Seperti Pakistan, mereka dapat komitmen USD 60 miliar, Malaysia hampir USD 30 miliar. Angkanya plus minus, dan Filipina USD 24 miliar, Afrika juga banyak," ujar Menko Luhut di Jakarta, Selasa (23/5).

Untuk Indonesia, Menko Luhut mengatakan tiga wilayah yang ditawarkan oleh pemerintah meliputi wilayah Bitung (Sulawesi Utara), Kalimantan Utara, dan Sumatera Utara.

Untuk wilayah Bitung, infrastruktur yang ditawarkan telah terintegrasi seperti tol, jalur kereta, bandara, pelabuhan, listrik, dan properti area. Kerjasama tersebut nantinya akan menaikan jumlah turis untuk datang ke wilayah Bitung.

"Lapangan terbang diperlukan untuk internasional karena (lapangan terbang) Manado tidak bisa lebih dari 2800 m lagi. Kalau Bitung jadi, jalan kereta api bisa sampai ke Gorontalo. Jadi satu area akan jadi satu kawasan sendiri, dan dari sana hubungannya akan kita buat nanti turis ke tempat lain," jelasnya.

Wilayah kedua yaitu Kalimantan Utara, di mana proyek yang ditawarkan terkait potensi listrik sebesar 7.200 Mega Watt (MW). Selain itu, pemerintah juga menawarkan pembuatan smelter dan industrial part.

Proyek ketiga yang ditawarkan berada di wilayah Sumatera Utara yaitu pembangunan infrastruktur yang meliputi Kuala Tanjung, Parapat, sampai Sibolga. Selain itu, ada juga jalan yang terintegrasi ke Pekanbaru dan Duri Dumai.

"Di samping itu semua, kami juga minta China Construction Company, perusahaan yang besar juga akan konsorsium yang ngatur itu. Polanya hampir sama seperti investasi China di Morowali di mana itu B to B. Sehingga tidak akan mempengaruhi rasio utang, kita akan pertahankan rasio utang di bawah 3 persen dari GDP," jelasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP