LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Tekan Risiko, BPJS Kesehatan Diminta JK Ikut Upaya Pencegahan Penyakit

Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menyatakan BPJS Kesehatan jangan hanya fokus untuk membayar biaya pengobatan. Namun, harus aktif juga dalam upaya pencegahan penyakit terhadap masyarakat. salah satu cara preventif yang dapat dilakukan oleh BPJS adalah dengan mensponsori kegiatan olahraga.

2019-01-17 12:38:45
BPJS Kesehatan
Advertisement

Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menyatakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial/BPJS Kesehatan jangan hanya fokus untuk membayar biaya pengobatan. Namun, harus aktif juga dalam upaya pencegahan (preventif) penyakit terhadap masyarakat.

"Jadi sebenarnya upaya BPJS yang terbaik ialah bagaimana membantu departemen kesehatan (Kemenkes) untuk pencegahan," kata Wapres JK dalam sebuah seminar bertajuk 'Pembiayaan yang Berkelanjutan untuk Jaminan Kesehatan Nasional', di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (17/1).

Jika upaya preventif berhasil, maka dapat dipastikan jumlah masyarakat yang sakit atau terkena penyakit dapat berkurang dan diminimalisir. "Jadi karena tanpa hal tersebut (preventif) sulit kita mendapatkan hasil yang baik," ujarnya.

Advertisement

Dia menjelaskan, salah satu cara preventif yang dapat dilakukan oleh BPJS adalah dengan mensponsori kegiatan-kegiatan olahraga. Di sana, BPJS bisa sambil melakukan kampanye hidup sehat. "Promotif, pencegahan dan promosi lainnya harus jadi bagian utama untuk mengurangi risiko," ujarnya.

Selain itu, Wapres JK juga menekankan pentingnya peranan pemerintah daerah dalam pencegahan penyakit. Dia mengungkapkan, bagi pemda, seharusnya Rumah Sakit yang ramai oleh pasien bukan merupakan tanda sebuah kesuksesan melainkan tanda kegagalan besar.

"Kalau saya datang ke daerah, sering bupati atau gubernur melapor kondisi di Rumah Sakit kita ini hebat. Orang antre mulai jam 5 pagi. Penuh. Merasa itu sukses, padahal itulah kegagalan besar," ujarnya.

Advertisement

"Karena itu saya katakan, sukses anda ialah ketika anda punya Rumah Sakit besar dan pasiennya sepi, itu baru sukses buat pemda. Kalau antrean dari jam 5 pagi itu gagal besar. Berarti selokan tidak bagus, air tergenang ada banyak malaria dan sebagainya. Itulah kegagalan," tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga pernah mengajak masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) agar terbebas dari penyakit, sekaligus menekan pengeluaran BPJS Kesehatan yang semakin besar.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, ada empat jenis penyakit yang menyedot pengeluaran anggaran BPJS kesehatan sangat besar. Di antaranya jantung dengan biaya pengeluaran Rp 9,5 triliun, kanker sebesar Rp 3 triliun, ginjal Rp 2,2 triliun dan katarak mencapai Rp 2,6 triliun.

"Dana yang dikeluarkan untuk membiayai penyakit tersebut sangat besar. Dengan program PHBS ini maka bisa menciptakan masyarakat yang sehat dan juga menekan pengeluaran BPJS kesehatan," kata Presiden Jokowi.

Baca juga:
Wapres JK Beri Sinyal BPJS Kesehatan Wajib Naikkan Besaran Iuran
Ombudsman Aceh Nilai Perpres Jaminan Kesehatan Diskriminatif
10 Deretan Janji Perbaikan Ekonomi RI di Pidato Kebangsaan Prabowo
Prabowo Kritik Keras Pemerintah, Soal BUMN Sampai BPJS
2 Rumah Sakit di Tangsel Belum Penuhi Syarat Kerja Sama dengan BPJS
Lima Bulan, Tunggakan BPJS Kesehatan di RSUD Garut Capai Rp 40 Miliar
Menkes Tegaskan Tidak Boleh Ada Rumah Sakit Berhenti Layani Pasien BPJS

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.