Tekan Penyebaran Covid-19, Pemerintah Diusulkan Terapkan Lockdown
Direktur Eksekutif INDEF, Tauhid Ahmad mengusulkan pemerintah untuk menerapkan kebijakan penguncian wilayah (lockdown) untuk jangka waktu tertentu. Sebab, saat ini penyebaran virus corona dinilai makin tidak terkendali dan membuat perekonomian nasional terus melambat.
Direktur Eksekutif INDEF, Tauhid Ahmad mengusulkan pemerintah untuk menerapkan kebijakan penguncian wilayah (lockdown) untuk jangka waktu tertentu. Sebab, saat ini penyebaran virus corona dinilai makin tidak terkendali dan membuat perekonomian nasional terus melambat.
"Kami wacanakan upaya lockdown baik itu satu minggu atau dua minggu," kata Tauhid dalam Konferensi Pers INDEF bertajuk: Covid-19 Meningkat, Ekonomi Melambat, Jakarta, Minggu (7/2).
Tauhid mengatakan rekomendasi penguncian wilayah (lockdown) tersebut perlu menjadi pertimbangan pemerintah. Opsi lockdown kata dia harus dilihat pemerintah sebagai salah satu upaya alternatif dalam mengatasi penyebaran Covid-19.
"Rekomendasi itu (lockdown) perlu dilihat sebagai peluang karena kita sudah frustasi karena ekonomi sudah melambat pemulihannya," tuturnya.
Pemerintah harus belajar dari beberapa negara yang pernah melakukan lockdown di wilayahnya seperti China dan Vietnam. Meski dua negara ini mengalami penuruan ekonomi yang besar, tetapi pemulihan ekonominya lebih cepat dibandingkan negara lain.
"China, Vietnam, Iran dan sebagainya itu justru memang agak menderita saat itu,dan saat pemulihan itu prosesnya lebih cepat dibandingkan negara-negara yang lain," kata dia.
Baca juga:
Aksi Massa Berjubah APD Protes Pembatasan Ketat
Khofifah Tegaskan Tidak Ada Opsi Lockdown untuk Jatim
Polisi Tegaskan Pesan Berantai Jakarta Lockdown 12 Februari Hoaks!
Jakarta Tak Dilockdown Akhir Pekan, Anies Sebut Pemprov DKI akan Tingkatkan 3T
Anies Pilih Perpanjang PSBB Ketimbang Lockdown di Akhir Pekan
Jakarta Lockdown Akhir Pekan, 750 Restoran akan Tutup Permanen