Target Raup Dana IPO Rp 33 M, COCO Ingin Bangun Pabrik Baru
Perusahaan yang memproduksi cocoa dan cokelat berkualitas premium tersebut menjadi emiten ketujuh di BEI tahun 2019 atau perusahaan tercatat ke-625. Pada IPO ini, saham perseroan naik 138 poin atau 69,7 persen ke level Rp 336 dari harga IPO Rp 198. Saham COCO ditransaksikan sebanyak 5 kali dengan volume sebanyak 9 lot.
Saham PT Wahana Interfood Nusantara (COCO) resmi dicatatkan dan diperdagangkan (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada hari ini. Perusahaan yang memproduksi cocoa dan cokelat berkualitas premium tersebut menjadi emiten ketujuh di BEI tahun 2019 atau perusahaan tercatat ke-625.
Harga Penawaran Umum Perdana saham COCO ditetapkan sebesar Rp 198 per unit. Adapun jumlah saham perseroan yang dilepas ke publik mencapai 168 juta unit.
Angka tersebut sebesar 33,07 persen dari modal disetor dan ditempatkan COCO setelah IPO. Dari aksi korporasi ini, perseroan memperoleh tambahan modal sebesar Rp 33,264 miliar.
Pada IPO ini, saham perseroan naik 138 poin atau 69,7 persen ke level Rp 336 dari harga IPO Rp 198. Saham COCO ditransaksikan sebanyak 5 kali dengan volume sebanyak 9 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 302.400.
"Sebesar 23,03 persen dana IPO akan digunakan untuk uang muka pembelian tanah. Sebesar 61,16 persen dimanfaatkan sebagai uang muka pembelian mesin baru. Sisanya 15,81 persen untuk uang muka pembangunan pabrik baru," ujar Direktur Utama Wahana Interfood Nusantara Reinald Siswanto di Jakarta, Rabu (20/3).
Dia menambahkan, perseroan juga akan menawarkan waran seri I sebanyak 56 juta unit dengan harga pelaksanaan Rp 400 per unit. Setiap pemegang tiga saham akan memperoleh satu waran seri I. Dari penawaran waran seri I tersebut, WIN nantinya akan memperoleh tambahan modal sebesar Rp 22,4 miliar.
Dalam aksi korporasi ini, COCO menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai perusahaan penjamin emisi efek. COCO mencatat aset sebesar Rp 158 miliar per September 2018, naik 58,3 persen, dari Rp 99,8 miliar per September 2017.
Sementara pendapatan COCO tercatat Rp 115,1 miliar per September 2018, naik 5,04 persen dari Rp 109,3 miliar per September 2017. COCO mencatat peningkatan laba 5,3 persen menjadi Rp 17,8 miliar, dari Rp 16,9 miliar per September 2017.
"Laba Desember 2018 sekitar Rp 3 miliar dan tahun ini laba kami targetkan Rp 3 miliar. Untuk penjualan akhir 2018 sekitar Rp 152 miliar dan target penjualan 2019 Rp 178,1 miliar," tandasnya.
Saham COCO terkena penolakan otomatis (auto rejection) oleh Jakarta Automated Trading System (JATS), lantaran kenaikan harga saham melebihi ketentuan persentase tertinggi harian khusus saham IPO sebesar 70 persen.
Reporter: Bawono Yadika Tulus
Sumber: Liputan6
Baca juga:
Incar Dana Rp 300 Miliar di Bursa Saham, Bali United Bakal Perbaiki Stadion
Incar Dana Rp 300 Miliar, Bali United Bakal Melantai di Bursa Saham
Bos BEI: Saham Klub Sepak Bola Indonesia Cukup Menjanjikan
Armada Berjaya Prediksi Laba Naik 300 Persen Tahun ini dan Incar Ekspansi ke Jateng
Armada Berjaya Gunakan Dana IPO Beli 61 Truk Tambahan
Resmi IPO, Saham Armada Berjaya Trans Melejit 50 Persen
Bank Kalsel Berencana Melantai di Bursa Saham Pada 2020