LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Target Ekonomi 8% Cuma Jadi Mimpi Kalau Hal Ini Terjadi

Industri ini juga dikenal sebagai sektor padat karya karena mampu menyerap jutaan tenaga kerja, baik di hulu maupun hilir.

Senin, 19 Mei 2025 10:05:00
pertumbuhan ekonomi
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam keterangan pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (23/4/2025), menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi masih diperkirakan berada di kisaran 4,7% (© 2025 Liputan6.com)
Advertisement

Pemerintah tengah menghadapi tantangan besar dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada 2029. Salah satu penghambat utama yang disorot para legislator dan pelaku industri adalah sejumlah kebijakan yang dinilai terlalu ketat terhadap sektor-sektor padat karya seperti industri hasil tembakau, makanan, dan minuman.

Kebijakan terbaru, seperti larangan penjualan rokok dalam radius 200 meter dari sekolah dan tempat bermain anak, pembatasan iklan luar ruang, serta rencana penerapan kemasan polos (plain packaging) untuk produk tembakau, dinilai memiliki efek domino yang serius terhadap ekosistem industri dalam negeri.

Menurut anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi NasDem, Nurhadi, kebijakan ini bukan hanya menyasar industri besar, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup petani tembakau, buruh pabrik, dan pekerja sektor hilir lainnya.

“Kalau kita ingin pemerataan ekonomi, mulailah dari desa, dari petani. Perkebunan rakyat ini fondasi. Jika petani kuat, ekonomi desa tumbuh, dan lapangan kerja terbuka,” ujarnya, Minggu (18/5).

Advertisement

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa industri hasil tembakau, makanan, dan minuman merupakan sektor padat karya yang saling terhubung dengan sektor pertanian, dan selama ini berperan besar dalam menyerap jutaan tenaga kerja.

Tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK)

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam keterangan pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (23/4/2025), menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi masih diperkirakan berada di kisaran 4,7% © 2025 Liputan6.com

Dalam beberapa bulan terakhir, tren pemutusan hubungan kerja (PHK) terus meningkat di berbagai sektor. Kondisi ini mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) PHK sebagai langkah penanggulangan krisis ketenagakerjaan.

Advertisement

Nurhadi menekankan bahwa regulasi yang terlalu menekan justru kontra produktif dengan semangat pembangunan yang diusung pemerintah. Menurutnya, jika tekanan terhadap industri strategis terus berlanjut, target pertumbuhan ekonomi 8% hanya akan menjadi mimpi.

Tutup industri dalam negeri

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam keterangan pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (23/4/2025), menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi masih diperkirakan berada di kisaran 4,7% © 2025 Liputan6.com

Menanggapi kekhawatiran ini, Nurhadi menegaskan bahwa DPR akan mengawasi dan mendorong kolaborasi lintas kementerian agar regulasi yang dibuat benar-benar mempertimbangkan nasib rakyat kecil, bukan semata dari sudut pandang kesehatan atau fiskal.

“Kami tidak menolak kebijakan kesehatan. Tapi kebijakan itu harus adil dan tidak membunuh industri lokal,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menghindari ego sektoral, khususnya dalam penyusunan regulasi lintas sektor.

Advertisement

“Kementerian Kesehatan harusnya menjadi mitra strategis, bukan penghambat. Dengarkan juga pelaku industri dan petani,” tutup Nurhadi.

Berita Terbaru
  • FOTO: Pemerintah Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat dan Jalan Strategis di Sambas
  • Jangan Sampai Zonk! Ini Rahasia Tampil Clean dan Memikat saat Kencan Pertama
  • Di Balik Kesepakatan Damai Iran-AS: Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir, Bahkan Membelinya
  • IHSG Diproyeksikan Bergerak Variatif, Ini Rekomendasi Saham Pekan Ini dari Analis
  • Jangan Sepelekan Layar Gadget! Ini Alasan Wajah Gampang Kusam Meski Seharian di Dalam Rumah
  • berita analisis
  • konten ai
  • pertumbuhan ekonomi
  • pertumbuhan ekonomi 8 persen
Artikel ini ditulis oleh
Editor Yunita Amalia
S
Reporter Septian Deny
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.