Tantangan bisnis PT Timah capai target produksi 33.000 ton
Direktur Utama PT Timah, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani menargetkan produksi mencapai 30.000-33.000 ton di tahun 2017. Untuk mencapai target tersebut, terdapat berbagai tantangan yang harus dilalui.
Direktur Utama PT Timah, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani menargetkan produksi mencapai 30.000-33.000 ton di tahun 2017. Untuk mencapai target tersebut, terdapat berbagai tantangan yang harus dilalui.
"PT Timah berpikir tantangan utama adalah dari sisi operasional. Karena saat ini pondasi cadangan yang semakin sulit kalau di darat semakin menipis dan untuk yang di laut dangkal sudah mulai menipis," kata Reza di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (24/8).
Saat ini, kata dia cadangan produk yang dimiliki masih di batas aluvial. Sehingga pihaknya berencana untuk masuk lebih dalam lagi dengan melakukan investasi, seperti pembuatan Kapal Isap Produksi (KIP) baru.
Namun, untuk masuk ke cadangan dalam ada beberapa masalah karena cadangan primer berbeda butirannya lebih halus."Sedangkan alat yang dimiliki belum bisa memproses butiran yang halus itu jadi alasan itu pula yang menjadi pemikiran kenapa PT Timah melakukan," tuturnya.
Meski demikian, Reza masih optimis perseroan mampu mengejar target. Hal ini terbukti dengan kinerja positif yang diperoleh perseroan di tahun 2016.
"Total Aset Perseroan mengalami peningkatan yang dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2016 sebesar 3,86 persen. Sedangkan Total Ekuitas Perseroan juga mengalami peningkatan dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2016 sebesar 2,88," pungkasnya.
Baca juga:
Jika ganjil genap tak diberlakukan, truk besar dibatasi masuk tol
Strategi Pertamina kurangi penyebaran HIV/AIDS di wilayah operasi
Tambah modal, PT Timah terbitkan surat utang Rp 1,5 triliun
Pakai uang elektonik, pengguna tol Jasa Marga dapat potongan 10 persen
Belum lolos uji kelaikan, pesawat N219 buatan PT DI sudah dipesan 50 unit
Menteri Rini janji terus tekan disparitas harga semen di Papua
4 Cerita di balik pembuatan pesawat N219 buatan anak negeri diminati banyak negara