Tambah modal, PT Timah terbitkan surat utang Rp 1,5 triliun
Merdeka.com - PT Timah (Persero) Tbk berencana menerbitkan Obligasi dan Sukuk Ijarah dengan mekanisme Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) tahap I. Target total perolehan dana segar dari dua produk itu senilai Rp 1,5 triliun.
Direktur Utama PT Timah, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani mengatakan, pada tahap pertama ini penerbitan obligasi sebesar Rp 1,2 triliun dari total keseluruhan sebesar Rp 2,1 triliun. Sementara untuk penerbitan sukuk ijarah sebesar Rp 300 miliar dari total keseluruhan sebesar Rp 700 miliar.
Dia menambahkan, surat utang yang diterbitkan, yaitu obligasi seri A dengan jangka waktu 3 tahun dengan kupon 8,5-9 persen, dan obligasi seri B selama 5 tahun dengan kupon 8,75-9,25 persen.
Selain itu, sukuk yang diterbitkan adalah sukuk ijarah seri A dengan jangka waktu 3 tahun dengan kupon 8,5-9 persen, dan sukuk ijarah seri B dengan jangka waktu 5 tahun dengan kupon 8,75-9,25 persen.
"Obligasi dan sukuk ijarah yang ditawarkan tersebut masing-masing telah memperoleh hasil pemeringkatan idA+ (Single A Plus) dan idA+(sy)(SingleA Plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)," katanya, di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (24/8).
Nantinya, lanjut Mochtar, 30 persen hasil obligasi akan digunakan untuk pelunasan sebagian utang jangka pendek yang berasal dari fasilitas Kredit Modal Kerja.
Sementara, 70 persen akan digunakan untuk belanja modal yang terdiri dari rekondisi peralatan produksi serta peningkatan kapasitas produksi PT Timah, yang meliputi pengadaan Kapal Isap Produksi (KIP), pengadaan kapal penambangan laut teknologi tepat guna, pengadaan peralatan ausmelt dan fuming, kegiatan eksplorasi dan sebagian pembukaan tambang besar.
"Sementara itu, dana hasil emisi Sukuk Ijarah setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan seluruhnya oleh perseroan untuk rekondisi peralatan produksi," ujarnya.
Direktur Keuangan PT Timah, Emil Ermindra menjelaskan, pada aksi korporasi ini, pihaknya menggandeng PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas yang bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi. Sedangkan dengan Wali Amanat nya adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Masa penawaran awal (book building) Obligasi dan Sukuk Ijarah ini akan dilakukan pada tanggal 24 Agustus sampai 6 September 2017. Sedangkan, perkiraan masa penawaran umum akan dilaksanakan pada tanggal 20, 22, dan 25 September 2017. Lalu, untuk pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada tanggal 2 Oktober 2017.
"Dengan ini, ke depannya kami optimis dapat meningkatkan kinerja perusahaan lebih baik dengan melihat potensi bisnis yang ada," pungkas Emil.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya