Tangkal serbuan asing, Aher minta pekerja konstruksi bersertifikat
Pekerja konstruksi bersertifikat dapat menjadi nilai tambah dalam meningkatkan daya saing SDM.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta pelaku jasa konstruksi untuk tidak mencemaskan serbuan pekerja dari China. Pekerja konstruksi bersertifikat dapat menjadi nilai tambah dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM).
"Kuncinya ada di sertifikasi. Kami terus-terusan mendorong dalam konteks sertifikasi ini," kata Aher usai menghadiri Musda XII Gapensi (Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia) di Ballroom Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Bandung, Selasa (9/2).
Pemprov Jabar mengaku akan terus mendorong agar para pekerja di sektor kontruksi bisa tersertifikasi. Dia kemudian mengajak pelaku usaha jasa konstruksi di Jabar untuk sama-sama fokus menggarap wilayah yang pembangunan infrastrukturnya tengah digenjot saat ini.
Ketua Umum BPD Gapensi Jabar Susilo Wibowo menambahkan, dari sekitar 8.000 pelaku jasa konstruksi yang ada di Jabar, memang baru 33 saja yang masuk kualifikasi besar. Hal itu membuat jasa konstruksi di Jabar masih kurang kontribusinya dalam sejumlah proyek.
Untuk diketahui Di Jabar ada pembangunan dalam skala besar yaitu Waduk Jatigede, bandara internasional Jabar (BIJB), pelabuhan di pantai utara dan 11 jalan tol.
"Ini adalah peluang untuk jasa konstruksi, namun kita maklumi diantara jasa konstruksi yang ada di Jabar. Namun kita maklumi kebanyakan badan usaha jasa konstruksi di Jabar ini kualifikasinya kecil," ujarnya di tempat sama.
Baca juga:
Menteri Rini akui pemerintah punya segudang pekerjaan rumah saat MEA
Jelang MEA, Jokowi berikan tips agar mampu bersaing
Ini strategi persaingan dunia usaha penerbangan menghadapi MEA 2016
Negara terbaik dunia 2016, Indonesia peringkat 42
Jelang MEA, RI tak boleh takut serbuan pekerja asing
Kadin nilai aliran masuk pekerja asing untungkan Indonesia
Hadapi MEA, OJK dorong jasa keuangan jadi pilar perekonomian