Tambah pasokan BBM, Pertamina diusul minta kompensasi pemerintah
"Karena ini bisnis sewajarnya juga harus ada imbal hasil yang diberikan."
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mendukung langkah Pertamina menambah cadangan bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, penambahan itu bisa mendorong penguatan ketahanan energi nasional.
"Bagus rencananya dan tentunya semua pihak perlu mendukung," kata Komaidi saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Rabu (20/4).
Namun, dia menilai penambahan itu dinilai bisa membebani keuangan Pertamina. Di sisi lain, perusahaan energi pelat merah tersebut tak mendapat kompensasi dari pemerintah.
"Jumlah biaya yang dialokasikan untuk menjaga stok akan bertambah dari yang berjalan saat ini," katanya.
"Itu menjadi uang mati karena tidak ada imbal hasil yang diberikan oleh pemerintah."
Untuk mengatasi itu, dia mendorong Pertamina untuk merayu pemerintah.
"Karena ini bisnis sewajarnya juga harus ada imbal hasil yang diberikan. Intinya kewajiban jaga stok harus diberikan hasil, jangan dibiarkan jadi uang menganggur."
Sebelumnya, Pertamina (Persero) berencana menambah cadangan BBM sebesar 7,3 juta liter pada 2020. Dengan begitu, pasokan BBM bisa terjaga hingga 30 hari.
Baca juga:
Harga minyak rendah, ESDM buka opsi hapus subsidi BBM dan Elpiji
BI: Kebijakan BBM pemerintah bisa tekan inflasi April 2016
Seskab: Hanya Malaysia yang punya BBM premium lebih murah dari RI
Harga BBM turun Rp 500, ini beragam respons rakyat kecil
Holding BUMN energi bisa dorong harga gas murah