LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Tambah Modal, BUMN Disarankan Segera Melantai di Bursa Saham

IPO dapat menjadi salah satu opsi bagi perusahaan pelat merah untuk meningkatkan kapasitas permodalannya. Apalagi BUMN kerap mendapat tugas menjalankan program strategis pemerintah tanpa sokongan dana dari APBN.

2019-03-13 19:31:46
bursa saham
Advertisement

Managing Director Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LM FEBUI), Toto Pranoto menyebut bahwa salah satu langkah yang dapat ditempuh BUMN untuk meningkatkan kinerjanya yaitu dengan melantai di pasar modal atau melakukan Initial Public Offering (IPO).

"Lebih banyak dampak positif karena IPO membuat perusahaan harus dikelola secara baik dan harus transparan kepada publik," kata Toto di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (13/3).

Selain itu, IPO dapat menjadi salah satu opsi bagi perusahaan pelat merah untuk meningkatkan kapasitas permodalannya. Apalagi BUMN kerap mendapat tugas menjalankan program strategis pemerintah tanpa sokongan dana dari APBN.

Advertisement

Dia mengakui bahwa sejauh ini yang melakukan IPO masih merupakan anak usaha BUMN. Meskipun demikian, hal itu tidak berarti induk usaha, sebab para induk BUMN di Indonesia ingin memperkuat sektor hilir lewat anak usaha yang sudah tercatat di bursa saham.

Bahkan tidak tertutup kemungkinan BUMN seperti Pertamina dan PLN dapat melantai di bursa. Namun untuk sampai ke tahap IPO ada banyak persiapan yang harus dilakukan.

Dia menjelaskan, banyak aspek yang harus PLN dan Pertamina kelola terlebih dulu dari hulu ke hilir, sehingga kebijakannya saat ini lebih mendahulukan untuk anak usaha yang menjadi perusahaan publik.

Advertisement

"Supaya paling tidak mereka bisa memperkuat dulu di hilirnya, sehingga nanti pada saat konsolidasinya sudah selesai dan kuat, baru nanti dipikirkan induknya untuk go public atau tidak," jelas dia.

Selanjutnya, setelah semua terkonsolidasikan dengan baik, bukan tidak mungkin induk BUMN siap untuk melaksanakan IPO. "Konsekuensinya dia harus transparan dan terus memperbaiki kinerja perusahaan karena harga saham akan tergantung pada ekspektasi investor," ujar dia.

Baca juga:
Capex BUMN Ditargetkan Capai Rp 201 Triliun di 2019
LinkAja Diyakini Dapat Bersaing di Industri Fintech
Perum Perindo Siap Kelola Pasar Ikan Modern
Bos Bappenas Ingin BUMN Terus Buka Lapangan Kerja Guna Kurangi Kemiskinan
Tahun 2018, Pertama Kali BUMN Indonesia Ungguli Malaysia

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.