Tak sanggup permudah izin, Jokowi ancam copot kepala BKPM
Dengan kemudahan izin, Jokowi berharap ada lagi mendengar laporan mengenai perizinan memakan waktu tahunan.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) diinstruksikan mempermudah proses perizinan dengan sistem satu pintu atau one stop service. Tujuannya, agar para investor semakin tertarik menanamkan modalnya di tanah air.
Instruksi itu langsung datang dari Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi. Dia mengaku sudah menginstruksikan ini kepada Kepala BKPM Franky SIbarani. Jokowi menyatakan tak segan-segan mencopot pejabat negara yang tidak sanggup mencapai target, termasuk dalam proses kemudahan izin.
"Kalau ada seperti itu harus ada yang tanggung jawab. Artinya tanggung jawab itu dicopot. Kalau kerja sama saya begitu, diberi target, kalau tidak akan dicopot. Masak sudah diberi waktu, tapi bunyinya masih begitu (lama izinnya), ada konsekuensinya, itu harus dibayar," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/1).
Dengan adanya National One Stop Service, Jokowi berharap ada lagi mendengar laporan mengenai perizinan memakan waktu tahunan. Seperti dicontohkannya, izin pembangkit listrik yang selama ini baru bisa selesai 4 tahun.
"Bulan ini akan buka lagi untuk mengampangkan, memudahkan investasi untuk para investor yang cari izin, yakni National One Stop Service yang akan mudahkan para investor menanam modal di tingkat nasional," jelas dia.
Baca juga:
Sidak ke BKPM, Menteri Yuddy kritik jam kerja pegawai kesiangan
Sofyan Djalil sesumbar izin investasi bisa selesai satu bulan
Menteri Susi tak mau izin tangkap ikan diambil alih BKPM
Pengusaha lobi BKPM minta subsidi listrik