Tak lagi pakai stiker, taksi online bebas masuk bandara Cengkareng
"Jadi gini, tanpa bermaksud melindungi taksi online, nantinya ada sistem sendiri yang mungkin pakai chip setiap taksi. Artinya kita memberikan kebebasan kepada siapa saja," ujar Menhub Budi.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi akan menghilangkan stiker angkutan taksi di Bandara Soekarno-Hatta. Hal ini agar angkutan lainnya termasuk taksi online seperti GrabCar dapat beroperasi. Nantinya, stiker angkutan taksi akan digantikan sistem chip.
"Jadi gini, tanpa bermaksud melindungi taksi online, nantinya ada sistem sendiri yang mungkin pakai chip setiap taksi. Artinya kita memberikan kebebasan kepada siapa saja," ujar Budi di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (26/1).
Dia menegaskan, Kemenhub akan melakukan kualifikasi terlebih dahulu sebelum memberikan chip ke angkutan taksi. Salah satunya, umur kendaraan minimal harus dua tahun.
"Kalau dapat chip nanti dihitung Penerimaan Negara Buka Pajak (PNBP) perhubungan berapa. Sehingga mereka tidak perlu mendaftar secara khusus kepada Kementerian Perhubungan. Pokoknya yang pakai chip bisa masuk," jelasnya.
Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin mendukung rencana Menteri Perhubungan tersebut. Namun, katanya, Kementerian Perhubungan harus membuat peraturan sebelum menerapkan sistem tersebut.
"Pak Menteri bilang bikin kajian taksi di bandara tidak usah pakai stiker. Jadi, semua taksi bisa, termasuk taksi online. Akan tetapi saya bilang regulasinya ditetapkan dulu," kata Awaluddin.
Baca juga:
Kemenhub kaji kereta cepat Jakarta-Surabaya dibangun melayang
Dirjen Hubla operasikan KN. Karimunjawa bantu tugas kenavigasian
Kasus Emirsyah Satar tak ganggu operasional Garuda Indonesia
Menhub pastikan groundbreaking bandara baru Yogyakarta akhir Januari
Dubes: Pelantikan Trump tak pengaruhi kerja sama penerbangan RI-AS