Tahun ini, PLN bakal teken kontrak proyek listrik 10 ribu megawatt
Tersebar di Jawa, Sumatera, dan Bali.
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menargetkan meneken perjanjian jual beli listrik sebesar 10 ribu megawatt tahun ini. Tersebar di Jawa, Sumatera, dan Bali.
"Targetnya tahun ini selesai semua tanda tangan kontraknya," kata Husain Abdullah, Juru Bicara Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jakarta, Selasa (20/10).
Target itu didapat setelah Wapres menerima kunjungan direksi PLN di kantornya, siang ini.
Menurut Husain, pembangunan proyek PLN sering terkendala ketersediaan lahan. Selain itu, masyarakat juga masih menganggap instalasi listrik sebagai gangguan.
"Nah ini kan harus diselesaikan semua. Jadi masukan-masukan dari lapangan yang ditemukan PLN. Nah sebagian dia sudah selesaikan tapi bapak (JK) maunya jangan satu-satu biar cepat."
Wapres, lanjut Husain, menegaskan bahwa megaproyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt sudah tak bisa diganggu gugat. Mengingat listrik sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat.
"Kalau dulu mati lampu sejam dua jam orang tidak ngeluh, yang penting nyala lagi. Sekarang nggak bisa, orang pasti komplain karena kebutuhan sudah pokok, jadi kualitas harus ditingkatkan," katanya. "Dengan 35 ribu megawatt itu mungkin sudah include cadangan. Kalau membangun itu nanti cadangannya sekian."
Baca juga:
Proyek berskala besar jadi target awal pembangunan 35 ribu MW
ESDM: Sejak 1997, tak ada penambahan pembangkit listrik baru
ESDM: Tak mungkin China bangun semua pembangkit 35.000 MW
Batan ngebet tahun ini bangun PLTN, dibutuhkan dana Rp 50 triliun
Listriki pulau terpencil, pemerintah bergantung uluran tangan asing