Tahukah Kamu? Bulog Perkuat Intervensi Beras SPHP di 3TP, Jamin Harga Terjangkau di Seluruh Wilayah!
Perum Bulog gencar memperkuat intervensi distribusi Beras SPHP di wilayah 3TP, memastikan masyarakat pelosok tetap mudah mengakses pangan pokok dengan harga terjangkau. Apa strateginya?
Perum Bulog mengambil langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pangan di seluruh pelosok negeri. Mereka memperkuat intervensi distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah ini difokuskan pada wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).
Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk menjamin masyarakat di daerah-daerah tersebut dapat memperoleh beras subsidi. Dengan demikian, akses terhadap pangan pokok tetap terjaga. Ini merupakan komitmen Bulog dalam menjaga stabilisasi harga.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi erat. Koordinasi dilakukan dengan pemerintah daerah dan Satgas Pangan. Tujuannya adalah mengarahkan stok SPHP ke titik-titik rawan disparitas harga secara efektif.
Memperluas Akses Beras SPHP di Wilayah 3TP
Bulog secara aktif memperluas jangkauan intervensi di wilayah 3TP. Hal ini dilakukan demi memastikan seluruh masyarakat memiliki akses terhadap beras dengan harga terjangkau. Peran Bulog sebagai BUMN pangan strategis sangat krusial dalam mandat pemerintah.
Mandat tersebut meliputi menjaga stabilisasi harga, ketersediaan pasokan, dan keterjangkauan pangan pokok. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi ketahanan pangan nasional. Bulog berkomitmen penuh untuk mewujudkan hal tersebut.
Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan komitmen tersebut. Ia menyatakan, "Bulog memperluas intervensi di wilayah 3TP agar seluruh masyarakat memiliki akses terhadap beras dengan harga terjangkau." Pernyataan ini menunjukkan fokus Bulog pada pemerataan akses pangan.
Bulog juga memastikan stok Beras SPHP tersedia di titik-titik yang mengalami disparitas harga. Distribusi dilakukan secara cepat dan merata. Intervensi ini menyasar wilayah dengan harga di atas HET, terutama di enam provinsi utama seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Bali, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.
Strategi Bulog Menjaga Stabilitas Harga Beras
Sebagai bagian dari Satgas Pengendalian Harga Beras, Bulog menunjukkan peran nyata. Mereka mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Ini sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Rizal memastikan kehadiran Bulog di tengah masyarakat. Tujuannya adalah menjaga harga beras tetap stabil dan pasokan terjamin. Konsumen diharapkan mendapatkan beras berkualitas baik dengan harga rendah sesuai HET. "Stabilitas harga pangan adalah stabilitas rakyat," tegas Rizal.
Hingga saat ini, penyaluran Beras SPHP telah mencapai lebih dari 560 ribu ton. Angka ini menunjukkan tingginya kepercayaan dan minat masyarakat terhadap beras pemerintah. Adapun target distribusi Beras SPHP hingga Desember 2025 adalah 1,5 juta ton.
Bulog terus melakukan operasi pasar dan distribusi Beras SPHP di daerah yang terpantau naik. "Bulog terus melakukan operasi pasar dan distribusi beras SPHP di daerah yang terpantau naik, juga berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah dan Satgas Pangan untuk memastikan masyarakat mendapatkan beras berkualitas dengan harga terjangkau sesuai HET," lanjut Rizal.
Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras SPHP
Beras SPHP dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Penetapan harga ini bertujuan untuk menjaga keterjangkauan bagi konsumen. HET diberlakukan berdasarkan zonasi wilayah di Indonesia.
Berikut adalah rincian HET Beras SPHP per kilogram berdasarkan zona:
Penetapan HET ini merupakan upaya pemerintah melalui Bulog. Tujuannya adalah untuk mengendalikan inflasi dan memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga. Ini juga mencegah praktik spekulasi harga di pasar.
Sumber: AntaraNews