Tahukah Anda? GOW Pasaman Barat Sukses Gelar Gerakan Pangan Murah, Tekan Lonjakan Harga di Tiga Titik!
Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Pasaman Barat sukses menggelar Gerakan Pangan Murah di tiga lokasi, efektif menekan lonjakan harga bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat.
Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Pasaman Barat baru-baru ini sukses menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah. Acara ini bertujuan utama untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga bahan pangan di wilayah tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 September, di Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas.
Inisiatif strategis ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif bersama Bank Indonesia Sumatera Barat dan PT Bank Nagari. Perum Bulog, kios pangan, serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pasaman Barat turut serta mendukung penuh. Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal.
Ketua GOW Pasaman Barat, Ny. Gusmalini M Ihpan, menegaskan bahwa gerakan ini krusial untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan. Masyarakat dapat memperoleh bahan pokok esensial dengan harga yang lebih terjangkau dari biasanya. Hal ini secara langsung berkontribusi pada pemenuhan konsumsi sehari-hari warga.
Harga Terjangkau di Bawah Pasar
Dalam Gerakan Pangan Murah ini, berbagai komoditas pangan esensial ditawarkan dengan harga yang sangat kompetitif. Beras dijual seharga Rp60.000 per karung lima kilogram, sementara cabai merah dibanderol Rp65.000 per kilogram. Bawang merah tersedia dengan harga Rp30.000 per kilogram, dan minyak goreng Rp14.000 per liter.
Selain itu, gula pasir ditawarkan seharga Rp15.000 per kilogram, dan telur ayam dijual Rp45.000 per rak berisi 30 butir. Harga-harga tersebut ditetapkan secara khusus untuk berada di bawah harga pasar yang berlaku. Kebijakan harga ini bertujuan untuk memberikan keringanan finansial bagi masyarakat.
Ketua GOW Pasaman Barat, Ny. Gusmalini M Ihpan, menjelaskan bahwa penetapan harga ini tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). "Harga itu di bawah harga pasar atau tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan," ujarnya. Ini sejalan dengan tujuan utama kegiatan, yaitu memastikan pangan terjangkau.
Sinergi TPID dan Mitra untuk Stabilitas Harga
Gerakan Pangan Murah ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pasaman Barat dengan Bank Indonesia dan PT Bank Nagari Cabang Simpang Empat. Sinergi ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan lembaga keuangan dalam menjaga stabilitas ekonomi. Tujuannya adalah memastikan harga pangan tetap terkendali.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pasaman Barat, Ekadiana Oktavia, menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat. "Gerakan Pangan Murah diharapkan membuat harga pangan terjangkau, kebutuhan masyarakat terpenuhi, daya beli terjaga serta Inflasi bisa terkendali," katanya. Ini merupakan langkah proaktif dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Kegiatan ini dilaksanakan di tiga titik lokasi strategis di Kabupaten Pasaman Barat. Lokasi tersebut meliputi Kecamatan Pasaman, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, dan Kecamatan Sungai Beremas. Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan akses pangan murah.
Selama pelaksanaan di ketiga titik tersebut, komoditas pangan yang disediakan meliputi beras, cabai merah, bawang merah, minyak goreng, gula pasir, dan telur. Kuota yang disediakan pun cukup besar, dengan 5.000 kilogram beras, 50 kilogram cabai merah, dan 50 kilogram bawang merah. Selain itu, tersedia 200 liter minyak goreng, 200 kilogram gula pasir, dan 100 rak telur.
Sumber: AntaraNews