Tahukah Anda? Bulog Madiun Pastikan Ketersediaan Beras SPHP Aman di Pasaran, Harga Terkendali
Perum Bulog Madiun menjamin stok Beras SPHP di pasaran aman dan harga sesuai HET. Bagaimana Bulog memastikan ketersediaan pangan ini tetap terjaga bagi masyarakat?
Perum Bulog Cabang Madiun, Jawa Timur, baru-baru ini memastikan bahwa ketersediaan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasaran wilayah kerjanya sangat aman. Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan beras SPHP mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. Pemantauan intensif dilakukan untuk menjamin stabilitas harga dan ketersediaan.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Madiun, Agung Sarianto, menyampaikan langsung hasil pemantauan tersebut saat meninjau Pasar Besar Madiun. Menurutnya, stok beras SPHP di kios-kios sangat mencukupi, dengan rata-rata pemesanan antara 1 hingga 2 ton per kios. Penjualan harian pun menunjukkan angka yang stabil, mencapai 10 hingga 20 karung per hari, semuanya dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Pemantauan ini merupakan bagian dari upaya Bulog untuk menepis isu kelangkaan beras SPHP di pasar dan memastikan harga tetap terkendali. Selain di Pasar Besar Madiun, distribusi beras SPHP juga merata di Pasar Sleko dan Pasar Kojo. Masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan beras SPHP di wilayah Madiun.
Strategi Distribusi Beras SPHP Bulog Madiun
Untuk memastikan kelancaran distribusi beras SPHP, Perum Bulog Madiun telah mengimplementasikan sistem pemesanan yang terstruktur. Sebanyak 25 kios di Pasar Besar Madiun telah terdaftar dan menggunakan aplikasi "Klik SPHP" untuk melakukan pemesanan beras. Sistem ini memungkinkan kios untuk memesan kembali stok jika habis lebih cepat dari jadwal.
Pemesanan dapat dilakukan setiap satu hingga dua minggu sekali, dengan batas maksimal 2 ton per kios untuk setiap kali pemesanan. Fleksibilitas ini membantu pedagang menjaga stok mereka tetap optimal sesuai dengan tingkat penjualan. Hal ini juga mencegah penimbunan dan memastikan beras SPHP tersebar merata.
Strategi ini merupakan bagian dari komitmen Bulog Madiun untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Dengan sistem yang terintegrasi, Bulog dapat memantau pergerakan stok dan memastikan bahwa beras SPHP selalu tersedia bagi konsumen. Ketersediaan beras SPHP menjadi prioritas utama.
Pemantauan Harga dan Ketersediaan Pangan di Madiun
Pemantauan beras SPHP di pasaran dilakukan secara berkelanjutan oleh Perum Bulog Madiun. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk melihat ketersediaan dan kesesuaian harga jual, tetapi juga untuk mengklarifikasi informasi yang menyebutkan beras SPHP sulit ditemukan. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa ketersediaan bahan pangan ini sangat mencukupi di seluruh titik distribusi.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Madiun, Agung Sarianto, menyatakan, "Tujuan sidak ini untuk memastikan ketersediaan bahan pokok sekaligus mendengarkan langsung keluhan pedagang. Kontrol seperti ini rutin kami lakukan sebulan sekali." Keterlibatan langsung dengan pedagang membantu Bulog mendapatkan umpan balik real-time dari lapangan.
Selain beras SPHP yang memiliki HET Rp12.500 per kilogram, Bulog Madiun juga aktif menyalurkan minyak goreng. Minyak goreng ini dijual dengan HET Rp15.700 per liter. Distribusi minyak goreng diprioritaskan ke pasar-pasar tradisional, termasuk Pasar Sleko dan Pasar Besar, untuk menjangkau masyarakat luas.
Jangkauan Distribusi Beras SPHP Semakin Luas
Agung Sarianto menambahkan bahwa stok beras dan minyak goreng di Kota Madiun saat ini sangat mencukupi. Hal ini menunjukkan keberhasilan upaya Bulog dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Ketersediaan yang melimpah ini memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Untuk memperluas jangkauan dan memudahkan akses masyarakat, beras SPHP kini tidak hanya tersedia di pasar tradisional. Beras SPHP juga sudah tersedia di toko swalayan modern. Contohnya, toko swalayan Samudra dan Alfamart di Madiun kini menyediakan beras SPHP.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Bulog untuk memastikan bahwa beras SPHP dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, baik di pasar tradisional maupun ritel modern. Ketersediaan di berbagai saluran distribusi ini memperkuat posisi Bulog dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan. Bulog Madiun terus berinovasi dalam penyaluran pangan.
Sumber: AntaraNews