Superbank Bukukan Laba Sebelum Pajak Rp143 Miliar pada 2025
Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan total aset yang naik 87% YoY menjadi Rp21,3 triliun.
PT Super Bank Indonesia Tbk (IDX: SUPA) mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp143,3 miliar sepanjang tahun 2025. Kinerja ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income) yang melonjak 160% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp1,6 triliun, serta ekspansi kredit yang tumbuh 50% YoY menjadi Rp9,6 triliun.
Direktur Keuangan Superbank, Melisa Hendrawati, mengatakan capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan bisnis perseroan.
"Laba sebelum pajak kami di 2025 sekitar Rp143 miliar, ini menjadi milestone sangat penting dalam perjalanan kami," ujarnya dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Senin (27/4).
Dari sisi pendanaan, Superbank mencatat dana pihak ketiga (DPK) tumbuh signifikan sebesar 139% YoY menjadi Rp11,8 triliun. Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan total aset yang naik 87% YoY menjadi Rp21,3 triliun.
Menurut Melisa, peningkatan DPK mencerminkan kepercayaan nasabah yang terus menguat terhadap Superbank.
"Dana pihak ketiga tumbuh 139% year-on-year, menunjukkan kepercayaan nasabah yang terus meningkat," katanya.
Ia menambahkan, lonjakan pendapatan bunga bersih sebesar 160% YoY mencerminkan ekspansi bisnis yang semakin solid namun tetap dijalankan secara prudent.
Kinerja positif ini, lanjutnya, tidak terlepas dari keberhasilan integrasi dalam penyaluran kredit maupun penghimpunan dana.
Dari sisi neraca, hingga Desember 2025 total aset Superbank tercatat melampaui Rp21 triliun, meningkat 87% YoY, sejalan dengan pertumbuhan kredit sebesar 50% YoY.
RUPST Jadi Momentum Perkuat Pertumbuhan
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan menyatakan pelaksanaan RUPST menjadi tonggak penting bagi perseroan dalam menjaga momentum pertumbuhan pasca initial public offering (IPO).
"RUPST pertama kami sebagai perusahaan publik menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi tata kelola sekaligus melanjutkan pertumbuhan solid yang telah kami bangun," ujar Tigor.
Strategi Digital
Ia menegaskan, kinerja sepanjang 2025 mencerminkan keberhasilan strategi digital berbasis ekosistem yang dijalankan secara disiplin, serta meningkatnya kepercayaan nasabah.
Layanan Digital
Ke depan, Superbank akan terus memperluas penetrasi layanan digital melalui berbagai kolaborasi strategis dalam ekosistem, termasuk OVO Nabung, Kartu Untung bersama KakaoBank, serta integrasi layanan pinjaman di platform Grab dan OVO.
Langkah ini ditujukan untuk menghadirkan layanan keuangan yang semakin relevan dan mudah diakses oleh masyarakat.