Suku bunga naik lagi, bos BI tegaskan pertumbuhan RI tak akan terganggu
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menegaskan kenaikan suku bunga acuan menjadi 4,75 persen tidak akan menurunkan angka pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, butuh waktu yang cukup panjang dari kenaikan suku bunga hingga memengaruhi pertumbuhan ekonomi.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menegaskan kenaikan suku bunga acuan menjadi 4,75 persen tidak akan menurunkan angka pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, butuh waktu yang cukup panjang dari kenaikan suku bunga hingga memengaruhi pertumbuhan ekonomi.
"Kami sampaikan ke kalangan perbankan, ekonom, baik di pasar obligasi maupun pasar saham bahwa kenaikan suku bunga ini jangan selalu serta merta diartikan bahwa pertumbuhan ekonomi akan langsung turun," kata Perry, di kantornya, Rabu (30/5).
"Transmisinya panjang, satu setengah tahun rata-ratanya," ujarnya.
Selain itu, Perry juga mengungkapkan bahwa kondisi likuiditas perbankan saat ini masih mencukupi. Nantinya, BI akan mengkaji dan melakukan assessment mengenai langkah makroprudensial, pendalaman pasar keuangan, sistem pembayaran, ekonomi syariah yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Termasuk mengenai LTV yang sudah kami sampaikan. Tentunya relaksasi ini tetap dalam prinsip prudential," imbuhnya.
Perry punbahwa BI masih memiliki ruang untuk kembali menaikkan suku bunga acuan. Hal ini tentunya disesuaikan oleh tingkat inflasi, kondisi global, hingga suku bunga acuan The Fed.
"Ke depan, BI akan terus mengkalibrasi perkembangan ekonomi dan keuangan baik domestik maupun global untuk memanfaatkan masih adanya ruang untuk kenaikan suku bunga secara terukur," jelasnya.
Sebelumnya, Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan BI akan menurunkan angka pertumbuhan ekonomi 2018. Sebab, kenaikan suku bunga akan membuat pasar valuta asing menjadi lebih mahal.
"Sehingga pasar Forex juga semakin mahal dan juga mengganggu, dan akan berdampak pada perekonomian, khususnya dari sisi sektor rill karena cost of borrownya akan semakin mahal, sehingga pertumbuhan kredit pun akan lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya," kata Josua saat ditemui usai acara launching Buku Kajian Stabilitas Keuangan, di Gedung BI, Jakarta, Jumat (18/5).
Baca juga:
Pengusaha siap antisipasi kenaikan suku bunga acuan BI ke 4,75 persen
Menko Darmin: Suku bunga BI naik lagi itu mungkin saja
BCA belum naikkan suku bunga kredit, ini alasannya
BI agendakan RDG tambahan pada 30 Mei 2018, ini alasannya
Pengamat: Kenaikan suku bunga BI bikin pertumbuhan ekonomi menurun