Stok Minyak Tanah Maluku Aman Hingga 81 Hari Jelang Idul Fitri 2026
Dinas ESDM Maluku memastikan ketersediaan stok minyak tanah bersubsidi mencapai 21.082 kiloliter, cukup untuk 81 hari. Pemprov Maluku terus memantau distribusi BBM dan LPG guna menjaga stabilitas pasokan menjelang Idul Fitri 2026.
Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa ketersediaan stok minyak tanah bersubsidi di wilayah tersebut sangat mencukupi, mencapai 21.082 kiloliter. Jumlah ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 81 hari ke depan, memberikan ketenangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.
Kepala Dinas ESDM Maluku, Abdul Haris, di Ambon pada Minggu, 15 Februari 2026, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memantau perkembangan stok dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta Liquefied Petroleum Gas (LPG). Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan pasokan energi tetap stabil dan lancar, khususnya saat terjadi peningkatan konsumsi masyarakat.
Langkah antisipasi dan pengawasan ketat dilakukan oleh Pemprov Maluku demi menjaga kelancaran distribusi energi di seluruh wilayah kepulauan. Koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait menjadi kunci utama dalam upaya menjamin ketersediaan pasokan energi bagi seluruh warga Maluku.
Detail Ketersediaan Energi di Maluku
Selain stok minyak tanah Maluku yang aman, Dinas ESDM Provinsi Maluku juga merinci ketersediaan jenis bahan bakar lainnya untuk masyarakat. Stok solar bersubsidi tercatat sebanyak 14.625 kiloliter, dengan proyeksi ketahanan hingga 18 Februari 2026 berdasarkan rata-rata konsumsi harian saat ini.
Untuk BBM jenis pertalite, ketersediaan mencapai 8.101 kiloliter, yang diperkirakan cukup untuk 51 hari ke depan. Sementara itu, pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tercatat sebanyak 206 metrik ton dengan estimasi ketahanan stok sekitar 25 hari.
Data ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, pemerintah daerah telah mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi potensi lonjakan permintaan energi. Ketersediaan yang memadai ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kelangkaan dan menjaga stabilitas harga di pasaran.
Strategi Antisipasi dan Koordinasi Distribusi
Dalam menghadapi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran 2026, Dinas ESDM Maluku terus melakukan langkah antisipasi proaktif. Abdul Haris menjelaskan bahwa penguatan koordinasi dengan pihak terkait menjadi prioritas utama untuk memastikan kelancaran distribusi.
Koordinasi ini mencakup jalur darat maupun laut, mengingat karakteristik geografis Maluku sebagai daerah kepulauan yang memerlukan logistik khusus. Tujuannya adalah agar pasokan energi dapat menjangkau seluruh pelosok wilayah tanpa hambatan berarti.
Selain itu, Dinas ESDM Maluku juga menyediakan layanan pengaduan masyarakat. Layanan ini berfungsi untuk merespons cepat potensi kelangkaan atau hambatan distribusi BBM dan LPG di lapangan, sehingga setiap masalah dapat segera ditangani.
Pihak Dinas ESDM juga berkoordinasi intensif dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di setiap kabupaten/kota. Kolaborasi ini penting untuk memantau perkembangan stok dan distribusi di tingkat lokal, memastikan data yang akurat dan respons yang cepat.
Komitmen Pengawasan dan Stabilitas Pasokan
Pemerintah daerah kabupaten dan kota diharapkan memberikan perhatian serius terhadap kondisi stok bahan bakar di wilayahnya masing-masing. Hal ini penting agar indikasi kekurangan dapat segera dilaporkan dan ditangani secara kolektif oleh pihak berwenang.
Pengawasan distribusi juga menjadi fokus utama untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan subsidi energi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
Komitmen Pemprov Maluku dalam menjaga stabilitas pasokan energi merupakan bagian integral dari upaya mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Terutama menjelang hari besar keagamaan, ketersediaan energi yang stabil sangat krusial.
Dengan berbagai langkah strategis ini, Pemprov Maluku berupaya menciptakan kondisi yang kondusif bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dan merayakan Idul Fitri dengan tenang, tanpa kekhawatiran akan kelangkaan energi.
Sumber: AntaraNews