Stasiun Kertapati Padat: 1.296 Penumpang Penuhi Arus Balik Libur Hari Buruh 2026
Lonjakan signifikan terjadi di Stasiun Kertapati saat arus balik libur Hari Buruh 2026. Ribuan penumpang memadati stasiun, memunculkan pertanyaan tentang ketersediaan tiket.
Stasiun Kertapati di Palembang, Sumatera Selatan, mencatatkan lonjakan jumlah penumpang signifikan pada Minggu, 3 Mei 2026. Sebanyak 1.296 orang memadati stasiun ini, menandai puncak arus balik libur panjang peringatan Hari Buruh Internasional. Libur Hari Buruh, yang seringkali diperpanjang menjadi akhir pekan panjang, secara konsisten menjadi salah satu periode puncak perjalanan di Indonesia, dengan banyak masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk pulang kampung atau berlibur.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional III Palembang mengonfirmasi kepadatan tersebut. Manajer Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyatakan bahwa lonjakan sudah terlihat sejak pagi hari, menunjukkan antusiasme masyarakat untuk kembali ke aktivitas rutin setelah menikmati jeda liburan. Kepadatan ini tidak hanya mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat tetapi juga kepercayaan mereka terhadap moda transportasi kereta api yang dianggap aman dan nyaman.
Kepadatan ini terutama terjadi pada keberangkatan kereta api seperti KA Rajabasa tujuan Tanjungkarang dan KA Bukit Serelo yang melayani rute vital di Sumatera bagian selatan. Situasi serupa juga terpantau di Stasiun Lubuklinggau, yang menjadi stasiun akhir wilayah Divre III Palembang, mengindikasikan bahwa fenomena arus balik ini bersifat regional dan melibatkan beberapa titik penting dalam jaringan kereta api.
Kepadatan Arus Balik di Stasiun Kertapati dan Lubuklinggau
Pada Minggu pagi, Stasiun Kertapati melayani sekitar 1.296 penumpang untuk keberangkatan KA Rajabasa dan KA Bukit Serelo. Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk kembali setelah menikmati libur panjang Hari Buruh. Peningkatan jumlah penumpang ini menuntut kesiapan operasional yang prima dari pihak KAI, mulai dari pengaturan alur penumpang hingga ketersediaan fasilitas pendukung di stasiun.
Tidak hanya di Kertapati, Stasiun Lubuklinggau juga mengalami peningkatan jumlah penumpang yang signifikan. Tercatat sebanyak 780 orang naik dari stasiun ini, dengan potensi penambahan seiring keberangkatan KA Sindang Marga pada malam hari. Rute-rute ini sangat strategis, menghubungkan pusat-pusat ekonomi dan sosial di Sumatera Selatan, sehingga permintaan akan transportasi kereta api selalu tinggi, terutama pada musim liburan.
KA Sindang Marga memiliki jadwal keberangkatan dari Kertapati menuju Lubuklinggau pada pukul 20.15 WIB. Sementara itu, dari Lubuklinggau menuju Kertapati, kereta ini dijadwalkan berangkat pukul 19.45 WIB, melayani kebutuhan transportasi masyarakat yang ingin bepergian antar kota. Jadwal yang teratur dan tepat waktu menjadi salah satu daya tarik utama bagi penumpang.
Okupansi Tiket Melebihi Kapasitas Selama Libur Panjang
Data sementara selama periode libur panjang, dari 30 April hingga 3 Mei 2026, menunjukkan total pemesanan tiket mencapai 20.888 pelanggan. Angka ini setara dengan sekitar 144 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia, menandakan permintaan yang sangat tinggi yang jauh melampaui kapasitas normal. Fenomena ini sering terjadi pada musim liburan, menyoroti tantangan dalam memenuhi kebutuhan transportasi massal.
Puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada Minggu dengan okupansi mencapai 150 persen atau sekitar 5.410 penumpang. Layanan kereta api seperti KA Bukit Serelo, KA Rajabasa, dan KA Sindang Marga menjadi pilihan utama para pemudik karena efisiensi waktu dan kenyamanan yang ditawarkan. Tingginya okupansi ini juga menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengandalkan kereta api sebagai moda transportasi pilihan.
Untuk ketersediaan tiket KA Sindang Marga, relasi tujuan Lubuklinggau tercatat telah terjual hingga 106 persen dari kapasitas. Sementara itu, relasi menuju Kertapati mencapai 95 persen, menunjukkan hampir seluruh tiket telah habis terjual. Situasi ini seringkali membuat calon penumpang kesulitan mendapatkan tiket, terutama jika tidak merencanakan perjalanan jauh-jauh hari.
Imbauan KAI dan Alternatif Tiket Parsial
PT KAI Divre III Palembang mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan alternatif tiket parsial apabila tiket tujuan utama telah habis. Aida Suryanti menjelaskan, "Tiket parsial memungkinkan pelanggan memesan tiket berdasarkan rute tertentu sehingga tetap dapat mencapai tujuan dengan lebih fleksibel, terutama saat permintaan tinggi." Ini adalah solusi inovatif yang ditawarkan KAI untuk mengakomodasi sebanyak mungkin penumpang di tengah keterbatasan kapasitas.
Opsi ini sangat membantu, terutama saat permintaan perjalanan sedang tinggi dan tiket reguler sulit didapatkan. Ketersediaan tiket yang terbatas mendorong KAI untuk menawarkan solusi yang lebih adaptif bagi para penumpang, memastikan bahwa mobilitas masyarakat tetap terjaga meskipun dalam kondisi puncak. KAI terus berupaya mencari cara untuk meningkatkan pelayanan dan kepuasan pelanggan.
Selain itu, masyarakat juga diminta rutin memeriksa ketersediaan tiket dan promo melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya. KAI berkomitmen memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan. Dengan perencanaan yang matang dan pemanfaatan teknologi, diharapkan pengalaman perjalanan masyarakat tetap optimal, bahkan di tengah kepadatan arus balik liburan.
Sumber: AntaraNews