Sri Mulyani: Kita tak bisa terus menerus membangun cuma di Jawa
"Ketimpangan di Indonesia, Indonesia it's not only Jakarta atau Jawa. Meski dari sisi PDB atau kontribusi pajak, Jawa mendominasi yaitu 80 persen. Maka kalau bicara Indonesia seluruhan ekonomi dan politik kita tidak bisa terus menerus membuat pola pembangunan yang sangat Jawa."
Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengakui Pulau Jawa menyumbang 80 persen pajak dari total keseluruhan. Meski demikian, pembangunan ke depannya tidak akan fokus di Pulau Jawa lagi.
"Ketimpangan di Indonesia, Indonesia it's not only Jakarta atau Jawa. Meski dari sisi PDB atau kontribusi pajak, Jawa mendominasi yaitu 80 persen. Maka kalau bicara Indonesia seluruhan ekonomi dan politik kita tidak bisa terus menerus membuat pola pembangunan yang sangat Jawa," kata Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (26/1).
Ani, sapaan akrab Sri Mulyani menegaskan, pemerintah ke depannya akan mengevaluasi kebijakan fiskal dan pembangunan infrastruktur. Tiga pulau yang akan difokuskan untuk pembangunan adalah Papua, Sumatera dan Kalimantan.
"Ini PR kita hanya transfer ke luar pulau jawa tapi juga pastikan mereka bisa kembangkan ekonomi diversifkasi sehingga mampu menghadapi kalau ada 1-2 sektor alami pukulan," ujar dia.
Di lain hal, Ani menyebut bahwa 10 persen masyarakat Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan dan belum menikmati pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu, kata dia kemampuan sumber daya manusia untuk mempunyai daya saing sangat penting.
Baca juga:
Sri Mulyani: Tarif bea keluar ekspor konsentrat keluar minggu ini
Sepak terjang Riziek soal palu arit hingga minta Rupiah baru ditarik
Habib Rizieq minta Rupiah baru ditarik, ini tanggapan Sri Mulyani
Sri Mulyani: Kepentingan AS tak selalu sama dengan kebijakan global
Ada kasus suap Emirsyah Satar, DPR akan panggil Menteri Sri Mulyani