SMF siap jalankan skema baru penyaluran FLPP pemerintah
Jika dalam skema saat ini porsi pemerintah dalam pembiayaan KPR sebesar 90 persen sementara SMF 10 persen, maka dalam skema baru tersebut, pembiayaan KPR FLPP dananya 75 persen berasal dari pemerintah dan 25 persen dari PT Sarana Multi Financial (SMF).
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menyambut positif dan menyatakan kesiapannya untuk menjalani skema baru Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau KPR bersubsidi. Jika dalam skema saat ini porsi pemerintah dalam pembiayaan KPR sebesar 90 persen sementara SMF 10 persen, maka dalam skema baru tersebut, pembiayaan KPR FLPP dananya 75 persen berasal dari pemerintah dan 25 persen dari PT Sarana Multi Financial (SMF).
"Untuk FLPP dengan struktur baru itu SMF sudah siap. Tinggal adalah tergantung (Kementerian) PU-Pera itu kapan mau luncurkan," kata Direktur Utama, Ananta Wiyogo, di Kantor SMF, Jakarta, Senin (13/7).
Terkait sumber dana, kata Ananta, selama ini, perseroan masih mengandalkan dua sumber, yakni pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) dan dari pasar modal.
Direktur SMF, Heliantopo, menegaskan bahwa perubahan skema ini tidak akan berpengaruh pada tingkat bunga yang dikenakan kepada masyarakat. "Tingkat bunga yang diberikan kepada masyarakat tidak berubah seperti yang sebelumnya, 5 persen," kata dia.
Dia melanjutkan, saat ini, SMF tengah menunggu, kapan pemerintah merilis skema anyar tersebut untuk selanjutnya dijalankan. "Jadi memang sekarang komposisi FLPP itu 90 persen Pemerintah, 10 persen SMF. SMF ditugaskan, nanti akan keluar (skema baru) komposisi akan diturunkan, nanti akan segera diterbitkan. SMF nanti akan menyediakan dana untuk 25 persen," tandasnya.
Baca juga:
Kelola dana BP Tapera, BTN siap akuisisi perusahaan manajemen investasi
5 Biaya tambahan musti dipersiapkan saat ingin mengambil KPR
Cegah lonjakan harga properti, BI akan evaluasi kelonggaran DP KPR per 6 bulan
Bank Indonesia catat pengajuan KPR didominasi kaum milenial
BI minta masyarakat lebih pintar pilih bank pemberi KPR
Bank Indonesia beberkan keuntungan pelonggaran DP kredit rumah pertama
Fakta-fakta di balik kebijakan BI longgarkan DP pembelian rumah pertama