LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sidak Mal di Makassar, Zulhas Diteriaki Pedagang: Tutup Olshop, Ini Lebih Parah dari Era Covid

Rifandi mengaku kondisi saat ini lebih parah dibandingkan saat pandemi Covid-19 lalu.

Minggu, 15 Okt 2023 13:42:00
mendag zulkifli hasan
Sidak Mal di Makassar, Zulhas Diteriaki Pedagang: Tutup Olshop, Ini Lebih Parah dari Era Covid (merdeka.com)
Advertisement

Rifandi mengaku kondisi saat ini lebih parah dibandingkan saat pandemi Covid-19 lalu.

Sidak Mal di Makassar, Zulhas Diteriaki Pedagang: Tutup Olshop, Ini Lebih Parah dari Era Covid

Pedagang Mal di Makassar Minta Zulhas Tutup Online Shop

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengunjungi New Makassar Mal, tempat penjualan grosir terbesar di Kota Makassar, Minggu (15/10).

Setibanya di lokasi, pedagang New Makassar Mal langsung berteriak meminta Zulkifli menutup Online Shop (Olshop).

"Tutup olshop. Omzet biasa Rp50 juta sekarang, berkurang drastis," teriak salah satu pedagang saat Zulkifli masuk ke New Makassar Mal.

Seorang pedagang New Makassar Mal, Rifandi Rifai mengeluh kepada Zulkifli tentang omsetnya yang kini tak lagi seperti dulu.

Dia mengaku bersaing dengan olshop sangat susah. Apalagi dengan akun-akun milik selebriti seperti Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Baim Wong, dan Aurel Hermansyah.

"Pertama pedagang itu ingin omzetnya naik, itu yang pokok utamanya. Cuma menjadi permasalahan toko-tokk online menjamur di Indonesia, Makassar khususnya sudah parah, kan followers kita cuma berapa," kata Rifandi.

Rifandi mengaku kondisi saat ini lebih parah dibandingkan saat pandemi Covid-19 lalu. Saat itu, dirinya masih merasakan omset, meski tak terlalu besar.  

"Ini lebih parah dibanding Covid kemarin. Saat Covid kemarin, saya masih bisa bangkit. Ini sudah tidak bisa bangkit. Skr kredit sudah macet," kata dia.

Rifandi mengaku sebelumnya bisa mendapatkan omzet antara Rp30-40 juta per hari. Tetapi kali ini, bisa mendapatkan penjualan Rp1 juta sudah bersyukur.

"Sekarang dapat Rp1 juta saja sudah bersyukur. Jam segini belum ada penjualan, ini sudah setengah babak kalau permainan bola," keluhnya.

Advertisement

Selain olshop, imbuh Rifandi, masuknya barang impor memperparah penjualan. 

Harga barang impor yang lebih murah merusak pasar lokal seperti dirinya.

"Kita dihancurkan barang impor," tegasnya.

Advertisement

Respon Mendag Zulhas

Terkait hal tersebut Zulkifli mengaku mengunjungi pasar-pasar grosir di sejumlah daerah untuk menyaksikan secara langsung kondisi pedagang. Katanya, pemerintah mengerti betul keluhan pedagang seperti sekarang.

"Pemerintah harus hadir untuk mengatur agar semua pihak tidak ada yang dirugikan. Tapi dengan teknologi dan platform digital itu justru bisa menunjang pertumbuhan ekonomi," kata Zulkifli.

Untuk itu, dirinya melakukan revisi Permendag Nomor 50 tahun 2022 menjadi Permendag Nomor 31 Tahun 2023. Katanya, isi permendag tersebut sudah mengatur soal perdagangan online.

"Isinya kalau medsos tidak boleh jualan, dan hanya medsos saja. Kalau dia mau jadi social Commerce harus ada izin dan persyaratannya. Social commerce itu hanya boleh iklan dan promosi saja," kata Zulkifli.

Sementara untuk e-commerce, kata dia, memiliki syarat lebih banyak dan ketat. Hal itu agar perdagangan offline tidak terganggu.

"Kalau dia ingin menjadi e-commerce, syaratnya lebih banyak lagi agar tidak mematikan toko-toko kita ini. Apa syaratnya? harus ada izin edar dari BPOM, harus ada sertifikat halal kalau makanan," tuturnya.

Sementara untuk aturan barang impor yang dijual di olshop minimal harganya USD100.

Untuk barang elektronik impor, juga harus memiliki SNI.

"Diatur lagi harganya tidak boleh harga pokok. Misalnya predatory pricing, pokoknya Rp1000, jualnya Rp40 ribu," sebutnya.

"Yang impor boleh dijual tapi diatur. Hanya tertentu. Jadi untuk online kita atur ketat, kenapa diatur? Agar tidak saling mematikan, justru mestinya menumbuhkan UMKM, industri dalam negeri, dan menumbuhkan ekonomi kita menjadi naik. Itulah yg diatur pemerintah selama hampir satu bulan ini," imbuhnya.

Advertisement

Setelah revisi Permendag tersebut, sejumlah platform seperti TikTok dan Shoope sudah mengikuti. Bahkan, Shoope telah mengirimkan surat untuk tidak menjual barang impor.

"Hasilnya, ternyata patuh. TikTok patuh dan sudah kirim surat. Bahkan shoope sekarang sudah kirim surat tidak akan jual barang impor lagi. Oleh karena itu ini peluang," sebutnya.

Zulkifli berharap dengan Permendag tersebut pedagang offline, UMKM, dan industri bisa kembali merasakan kenaikan omzet di tengah modernisasi cara penjualan.

"Nah, teman-teman di toko mau engga mau saya anjurkan belajar jualan secara digital. Karena digital ini teknologi tidak bisa di stop lama-lama. Lama-lama orang akan mencari cara yang baru," kata dia mengakhiri.

Berita Terbaru
  • Pernyataan Menkomdigi Soal Penyebaran Fitnah ke Kepala Negara
  • Live Streaming Liga Inggris Pekan Ke-35: Manchester United vs Liverpool, Eksklusif di Vidio
  • Hari Buruh 2026: Anggota DPR Nurul Arifin Dorong Pekerja Indonesia Siap Hadapi Era AI dan Digitalisasi
  • Mojtaba Khamenei Tegaskan Iran Akan Pertahankan Teknologi Nuklir
  • Dasco Minta Serikat Buruh Kirim Masukan untuk UU Ketenagakerjaan
  • mendag zulkifli hasan
  • online shopping
  • tiktok shop
Artikel ini ditulis oleh
Editor Anisyah Al Faqir
I
Reporter Ihwan Fajar
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.