Siapkan 'obat demam' buat industri, Jokowi kaji 1.000 regulasi
Paket kebijakan ini disebut kebijakan September 1.
Presiden Joko Widodo memanggil Ketua OJK Muliaman Hadad, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Gubernur BI Agus Martowardojo untuk memfinalisasi paket kebijakan penyelamatan ekonomi. Presiden juga menggelar rapat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk finalisasi paket kebijakan yang disebut-sebut sebagai 'obat penurun demam'.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Presiden Joko Widodo bakal mengumumkan paket kebijakan ekonomi, sore ini, Rabu (9/9). Paket kebijakan ini diharapkan dapat memperbaiki kondisi perekonomian nasional.
"Rencananya memang hari ini, kalau tidak ada perubahan akan dikeluarkan paket kebijakan yang namanya paket kebijakan September 1," kata Pramono di Istana, Jakarta, Rabu (9/9).
Pramono memberikan bocoran, paket kebijakan September 1 ini berisi deregulasi atau pemangkasan perizinan untuk mempermudah dunia usaha. Ada beberapa regulasi yang dianggapnya bersahabat dengan pelaku usaha dan ada juga yang perlu dihilangkan.
"Hampir ada 1.000 lebih regulasi yang dikaji, nanti akan disampaikan presiden, tidak etis disampaikan di sini. Yang akan dihilangkan," terang Pramono.
"Intinya adalah hilangkan barrier to entri jadi hambatan orang berusaha, selain itu beberapa hal yang bersifat pajak," imbuhnya.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo memberikan pekerjaan rumah bagi menteri-menteri bidang ekonomi. Jokowi menghendaki para menterinya membuat kebijakan besar untuk merespon perlambatan ekonomi.
Baca juga:
SBY minta kader Demokrat tidak menggurui pemerintahan Jokowi
Presiden Jokowi jamin LRT tak akan mangkrak
Serangan balik Fadli Zon sasar presiden
Usai LRT, Jokowi pastikan resmikan proyek kereta Sulawesi dan Papua
Tim sukses Jokowi jadi dubes, DPR sebut bisa ditolak negara tujuan