LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG
  2. EKONOMI

Setuju Driver Ojol Dapat THR, Anggota DPR: Keuntungan Manajemen dari Keringat Mereka

Irma ingin agar pihak manajemen atau aplikator bisa berbagi keuntungan terhadap para driver yakni THR, seperti yang mereka inginkan.

Selasa, 18 Feb 2025 12:06:00
driver ojol
Ekonom Wijayanto Samirin usul beasiswa anak driver ojol sebagai alternatif THR, memicu perdebatan soal perlindungan pekerja platform digital dan dampak regulasi terhadap industri. (© 2025 Antaranews)
Advertisement

Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fraksi Nasional Demokrat (NasDem) meminta kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk bisa memfasilitasi atau memaksa pihak aplikator manajemen ojek online (ojol) untuk bisa memberikan kesejahteraan kepada driver ojol.

Diketahui, sejumlah driver ojol melakukan aksi di Gedung Kemenaker untuk menuntut Tunjangan Hari Raya (THR) hingga tolak pengurangan tarif, Senin (17/2).

"Terutama terkait dengan THR, Tunjangan Hari Raya kepada para penarik ojol. Karena mereka adalah, kalian semua. Manajemen tidak akan mendapatkan apa-apa kalau mereka tidak kerja," kata Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi NasDem, Irma Suryani Chaniago di Jakarta, Senin (17/2).

"Manajemen ojol harus tahu bahwa keuntungan yang didapat oleh manajemen berdasarkan keringat mereka, berdasarkan kinerja dari kawan-kawan ojol. Untuk itu, bukalah hati, berikan empati, beri mereka kesejahteraan selayaknya sebagai mitra dari kalian," sambungnya.

Advertisement

Irma ingin agar pihak manajemen atau aplikator bisa berbagi keuntungan terhadap para driver yakni THR, seperti yang mereka inginkan.

"Demikian juga dengan tunjangan-tunjangan lainnya yang bisa diberikan oleh manajemen ojol kepada mitra kerjanya. Karena tanpa mitra tentu management tidak bisa mendapatkan apa-apa dari kerjasama antara management dan penarik ojol," tegasnya.

Advertisement

Oleh karenanya, dia pun ingin agar Kemenaker bisa bukan hanya memfasilitasi, akan tetapi menekan manajemen ojol untuk bisa memberikan THR kepada para driver.

"Agar mereka semua bisa menikmati lebaran bersama keluarganya dengan hasil yang sudah mereka berikan kepada manajemen ojol. Selama ini tentu saya yakin tidak akan pernah merugikan aplikator ojol atau management ojol itu sendiri," ujarnya.

"Sekali lagi, saya dari Komisi IX DPR RI mendorong kemudian meminta Menteri Tenaga Kerja untuk segera melakukan fasilitasi koordinasi dengan manajemen ojol," pungkasnya.

Demo Ojol di Kemenaker

Demonstrasi besar-besaran diadakan oleh Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) di depan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin 17 Februari 2025.

Aksi ini dimulai tepat pukul 10.00 WIB dan dihadiri oleh sekitar 500 hingga 1.000 pengemudi ojek online (ojol) yang datang dari berbagai daerah, termasuk Sukabumi, Dumai, Pontianak, dan Pangkal Pinang.

Banyak dari mereka yang melakukan 'off beat' atau berhenti beroperasi untuk berpartisipasi dalam aksi ini, menunjukkan komitmen mereka terhadap tuntutan yang diajukan.

Tuntutan Utama Pengemudi Ojol

Tuntutan utama dalam demonstrasi ini adalah pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pengemudi ojol. Para demonstran merasa bahwa hak mereka sebagai pekerja harus dihormati, terutama menjelang hari raya yang merupakan waktu penting bagi banyak orang.

Selain THR, mereka juga menuntut pengurangan potongan tarif yang dianggap terlalu tinggi oleh platform ojek online. Pengemudi merasa bahwa potongan tarif yang besar mengurangi penghasilan mereka secara signifikan, sehingga sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, para demonstran juga menuntut penghapusan program layanan 'Aceng' dan 'Slot'. Mereka menilai kedua program tersebut memberikan upah yang sangat rendah dan memaksa pengemudi untuk bekerja di luar zona nyaman mereka.

Advertisement

Hal ini sering kali terjadi meskipun jarak tempuh yang harus mereka jalani cukup jauh. SPAI berpendapat bahwa sistem fleksibilitas kerja yang diterapkan oleh platform ojek online hanyalah dalih untuk menghindari kewajiban membayar THR dan hak-hak pekerja lainnya.

Berita Terbaru
  • Reintegrasi Mantan Napiter: Densus 88 dan Astra Bekali Keterampilan Servis AC di Banten
  • Babak Baru Hilirisasi Tahap II Dimulai, Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan di Sei Mangkei
  • Kemenangan Gemilang Ester Nurumi Tri Wardoyo Antar Indonesia ke Semifinal Piala Uber 2026
  • Ganda Putri Indonesia Ana/Meilysa Gemilang, Bawa Merah Putih Unggul Sementara di Perempat Final Piala Uber 2026
  • Kemenhub dan KAI Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api
  • berita update
  • driver ojol
  • ojek online
  • thr
  • thr driver ojol
Artikel ini ditulis oleh
Editor Idris Rusadi Putra
N
Reporter Nur Habibie
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.