Seskab: Semen saat ini kekurangan pasokan, tanda ekonomi membaik
Dia berharap tren positif tersebut dapat berlanjut pada tahun ini.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan bahwa perekonomian Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Indikasinya dari kebutuhan semen yang sekarang ini mengalami kekurangan karena kebutuhan untuk membangun infrastruktur.
"Itu luar biasa, termasuk baja dan sebagainya, dan sebagainya," ujarnya seperti dilansir dari laman Setkab.go.id, Jakarta, Jumat (1/1).
Dia berharap tren positif tersebut dapat berlanjut pada tahun ini. Pramono memaparkan data yang menunjukkan perekonomian Indonesia pada tahun lalu semakin membaik yakni kuartal pertama pertumbuhan 4,67 persen. Kemudian naik di kuartal kedua menjadi 4,73 persen-4,74 persen. Naik kembali di kuartal ketiga menjadi 4,8 persen lebih, dan yang terakhir sudah 5 persen.
"Ini menunjukkan bahwa titik terbawahnya itu sudah dilampaui, sehingga apa lagi, apa yang menjadi basis tumpuan pemerintahan ini kan membangun infrastruktur, kemudian juga mengubah dari konsumsi menjadi produksi," terangnya.
"Jadi, ini merupakan indikasi dan pada satu tahun ini, apalagi setelah reshuffle kabinet pada bulan Agustus ada 8 paket kebijakan yang ternyata bisa menstabilkan ekonomi kita dan membuat Indonesia menjadi tempat investasi yang menarik bagi dunia usaha," kata Mas Pram, panggilan akrab Pramono Anung.
Baca juga:
Tahun depan, ekonomi Indonesia diprediksi masih bergejolak
Para kepala daerah anyar diragukan bantu genjot pembangunan Jokowi
Darmin: Kita perlu pertumbuhan ekonomi RI di atas 6 persen
Wapres JK harap pengampunan pajak berjalan tahun depan
Dahlan Iskan nilai pertumbuhan ekonomi tahun ini sangat buruk
Meski harta orang terkaya anjlok, bos Sampoerna yakin RI lebih baik
Dua dekade terakhir, populasi wanita superkaya naik 560 persen