Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Meski harta orang terkaya anjlok, bos Sampoerna yakin RI lebih baik

Meski harta orang terkaya anjlok, bos Sampoerna yakin RI lebih baik PT HM Sampoerna Tbk. ©2013 Merdeka.com/dok. PT HM Sampoerna Tbk

Merdeka.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih melambat turut memukul orang terkaya dalam negeri. Harga komoditas turun, nilai tukar melemah, hingga harga sawit atau crude Palm Oil (CPO) turut anjlok membuat mereka kehilangan kekayaannya.

Mengutip data Forbes, untuk perusahaan orang terkaya Indonesia ‎yang berorientasi ekspor akan sangat merasakan perlambatan ekonomi ini. Belum lagi, harga komoditas anjlok bersamaan dengan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar membuat kekayaan mereka turun rata-rata 9 persen.

Salah satunya pengusaha industri rokok Budi dan Michael Hartono yang masih kokoh di posisi puncak orang terkaya Indonesia untuk ketujuh kalinya. Meski demikian, kekayaan dua bersaudara ini turun di 2015. Total kekayaan Hartono bersaudara itu tercatat sebesar USD 15,4 miliar, turun dibandingkan posisi tahun lalu USD 16,5 miliar.

Melihat kondisi tersebut, perusahaan rokok asal Amerika Serikat PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk menilai di tengah perlambatan ekonomi bukan hanya Indonesia yang merasakan dampak buruknya, hampir semua negara mengalami pasang surut.

"Saya pikir jika melihat secara keseluruhan terhadap bisnis dan ekonomi, semua negara sedang ada yang naik ada yang turun," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (16/12).

Kondisi perusahaan diakui juga naik turun, apalagi untuk perusahaan yang telah 25 tahun melantai di Bursa Efek Indonesia. ‎Sejak Oktober lalu, Sampoerna telah memenuhi ketentuan freefloat 7,5 persen saham dengan melakukan rights issue melepas sahamnya sebesar Rp 20,76 triliun.

Pada 4 November proses right issue baru sebesar 25 persen, kemudian pada 18 November mencapai 50 persen, lalu pada 2 Desember sudah 75 persen dan hari ini resmi mencapai 100 persen.

"Kami sudah 25 tahun di pasar dan sekarang sudah diperhitungkan secara keseluruhan di indeks pasar modal di Indonesia," jelas dia.

Sebagai perusahaan yang telah beroperasi pihaknya akan menindaklanjuti investasi berkelanjutan di Indonesia. Diharapkan dapat mendukung pembangunan ekonomi Indonesia dan semakin meningkatkan investasi perusahaan.

"Kami sangat percaya diri akan masa depan negara ini," tutupnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP