Seskab: Impor daging sapi tak ganggu APBN
Keputusan pemerintah mengimpor daging sebagai upaya menekan harga di pasaran yang naik jelang lebaran.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merekomendasi kepada Menteri Perdagangan Thomas Lembong untuk mengimpor daging sapi sebanyak 10.000 ton. Keputusan pemerintah mengimpor daging sebagai upaya menekan harga di pasaran yang naik jelang lebaran.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung memastikan impor daging sapi tidak mengganggu Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
"Ini tidak mengganggu APBN. Ini kan mekanisme pasar. Bahkan sebenarnya BUMN, atau siapa pun menjalankan itu akan mendapatkan keuntungan," ujar Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (30/5).
Politisi PDIP ini malah mempertanyakan melonjaknya harga daging di pasar. Dia menjelaskan, pengimpor membeli daging dari luar negeri seperti Australia dengan harga sekitar Rp 58.000, namun setibanya di Indonesia harga daging tersebut meningkat di harga Rp 120.000 hingga Rp 130.000.
"Sebenarnya dari sana itu harganya rendah tetapi kenapa di sini sampai jadi Rp 120.000 per kg, sementara di Malaysia, Singapura mereka bisa harga Rp 75.000, Rp 70.000. Indonesia harus bisa harga Rp 80.000," tegas Pramono.
Saat ini, kata Pramono, Indonesia memiliki hubungan yang baik dengan beberapa negara luar seperti Selandia Baru, Australia, India dan beberapa negara lainnya. Hubungan ini bisa dimanfaatkan untuk mengimpor daging sebelum lebaran.
Baca juga:
Pembeli jangan mudah tertipu harga murah daging sapi
Tekan harga, Pemerintah Jokowi bakal impor 10.000 ton daging sapi
Pedagang di Papua minta harga daging sapi tetap Rp 115 ribu per kg
Pakistan bakal perbanyak ekspor daging sapi halal ke Indonesia
Pemerintah Jokowi rajin impor demi harga pangan murah saat Lebaran
JK sebut stok daging dalam negeri butuh tambahan impor
Jokowi ingin harga daging Rp 80.000/kg, pemerintah siap impor