Serap tenaga kerja, pemerintah diminta kembangkan sektor pariwisata
"Bonus demografi kita melimpah dan banyak wisata yang bisa dikembangkan. Ini yang harus diperhatikan agar sektor pariwisata bisa menciptakan lapangan kerja sebagai sumber penerimaan negara."
Sekretaris Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI ), Aviliani mengimbau agar pemerintah Jokowi-JK bisa fokus dalam peningkatan sektor industri formal di Indonesia. Sebab, dalam 3 tahun terakhir sektor ini mengalami pertumbuhan negatif, dibandingkan dengan sektor informal yang justru mengalami peningkatan.
"Pada tahun 2015 proporsi dalam pasar tenaga kerja formal hanya sebesar 40 persen. Hal ini karena ada ketimpangan antara jumlah tenaga kerja yang tersedia dengan lapangan kerja yang masih minim," kata Aviliani di gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (1/11).
Menurutnya, salah satu sektor formal yang bisa dikembangkan dalam waktu dekat adalah sektor pariwisata. Mengingat, masih banyak wisata di Indonesia yang bisa digali sebagai penyumbang perekonomian nasional. Pariwisata juga diyakini bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak.
"Bonus demografi kita melimpah dan banyak wisata yang bisa dikembangkan. Ini yang harus diperhatikan agar sektor pariwisata bisa menciptakan lapangan kerja sebagai sumber penerimaan negara," imbuhnya.
Dengan demikian, dia berharap agar Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bisa berkoordinasi dengan kepala daerah guna menciptakan solusi yang lebih kongkret.
"Kita butuh solusi yang bisa diimplementasikan, bukan hanya teori. Fungsi Bappenas sebelum reformasi ada fungsi perencanaan dan membawahi kementerian lain. Kita perlu mendukung ini supaya ada sinkronisasi dengan kabupaten dan provinsi," jelas Aviliani.
Baca juga:
Menko Darmin ajak wisatawan Rusia manfaatkan layanan bebas visa RI
Pemerintah siapkan Rp 766 M bangun infrastruktur di kawasan wisata
Strategi Kementerian PU-Pera kembangkan pariwisata di Indonesia
Perhutani gandeng generasi muda kembangkan wisata kehutanan RI
5 Fakta terbaru dua tahun Jokowi-JK lebih baik dibanding SBY