'Semua orang khawatir Rupiah tembus 15.000 per USD'
Dana cadangan devisa sudah berkurang USD 5-7 miliar tapi rupiah terus melemah, DPR meminta BPK mengaudit BI.
Tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus berlanjut. Pada perdagangan akhir pekan kemarin, rupiah sempat menyentuh level terendah yakni Rp 14.700 per USD.
Melemahnya nilai tukar rupiah membuat khawatir. Bahkan bulan depan atau Oktober 2015, rupiah disebut-sebut berpotensi melewati level psikologisnya.
"Semua orang khawatir Oktober lewat Rp 15.000 per USD. Ini angka psikologis dan membebani perekonomian kita," kata Anggota DPR Komisi XI DPR Misbakhun di Jakarta, Sabtu (26/9).
Misbakhun menyindir Bank Indonesia lantaran tak mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Padahal bank sentral telah menghabiskan banyak dana cadangan devisa.
"Cadev kita sudah berkurang USD 5 sampai USD 7 miliar. Tapi rupiah makin terpuruk. Devisa berkurang rupiah makin lemah," ungkapnya.
Buruknya kinerja bank sentral menjaga rupiah membuat DPR berencana mengusulkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit terhadap BI. Apalagi selama ini kebijakan yang diambil BI belum berpengaruh signifikan.
"Maka saya mengusulkan BI untuk dilakukan audit oleh BPK dalam rangka kebijakan moneter," terangnya.
Baca juga:
Kepanikan saat rupiah menyentuh Rp 14.700 per USD
Pakai fasilitas hedging, Pertamina klaim aman dari pelemahan Rupiah
Saat nilai tukar Rp 15.000/USD, pengusaha akan naikkan harga makanan
Menko Darmin: Paket kebijakan I kebanyakan, kita saja tak ingat
PHK karyawan, jalan terakhir pengusaha di tengah ekonomi makin sulit