Sempat Melemah ke Level Rp17.300 per USD, Rupiah Berbalik Menguat di Akhir Perdagangan Hari ini
Penguatan Rupiah tak lepas dari pelemahan indeks dolar AS yang terjadi pada Jumat.
Nilai tukar Rupiah berhasil menutup perdagangan dengan penguatan pada akhir pekan ini, meskipun sepanjang hari sempat berada di zona merah.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assu’aibi mencatat, pada penutupan perdagangan sore ini Jumat (24/4), Rupiah menguat 57 poin ke level Rp17.229 per USd, dari sebelumnya Rp 17.286. Padahal, di awal sesi Rupiah sempat melemah sekitar 10 poin sebelum akhirnya berbalik arah dan menguat hingga penutupan.
"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 57 poin sebelumnya sempat melemah 10 poin di level Rp17.229 dari penutupan sebelumnya di level Rp17.286," kata Ibrahim kepada Liputan6.com, Jumat (24/4).
Penguatan Rupiah tak lepas dari pelemahan indeks dolar AS yang terjadi pada Jumat. Kondisi ini memberikan ruang bagi mata uang emerging market, termasuk rupiah, untuk bergerak naik setelah sebelumnya tertekan.
Meski demikian, sentimen global masih diwarnai ketidakpastian tinggi. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah adanya dinamika dalam proses negosiasi kedua negara. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan turut memperbesar kekhawatiran pasar.
"Trump mengatakan kepada wartawan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran, sambil juga penggunaan senjata nuklir. Trump juga mengulangi klaimnya bahwa AS telah melumpuhkan kemampuan militer Iran, dan bahwa negara itu dalam keadaan kacau," ujarnya.
Selain itu, situasi di Selat Hormuz juga menjadi perhatian. Ancaman terhadap jalur distribusi energi global tersebut memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak, yang berpotensi menekan stabilitas pasar keuangan, termasuk nilai tukar.
Rupiah Sempat Tembus Rp17.300
Sebelumnya, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menunjukkan pelemahan tajam dengan menembus level Rp17.300 pada perdagangan Kamis (23/4).
Mengutip data Trading Economics, hingga pukul 10.40 nilai tukar rupiah tercatat 17.295 per USD. Rupiah sempat menembus level 17.300 per dolar AS pada Kamis pukul 09.00.
Ibrahim Assuaibi, mengatakan, pelemahan ini sekaligus menandai bahwa ekspektasi pelemahan yang sebelumnya diperkirakan baru terjadi dalam waktu lebih lama, justru datang lebih cepat dari proyeksi.
Target Kurs 2026
Bahkan, level Rp17.400 yang semula dipatok sebagai target di sepanjang tahun 2026, kini diperkirakan bisa tercapai dalam waktu dekat, tepatnya pada akhir April 2026.
Ia mengungkapkan bahwa pergerakan Rupiah saat ini sudah melampaui ekspektasi awal. Menurutnya, tembusnya level Rp17.300 menjadi sinyal kuat bahwa tekanan terhadap Rupiah jauh lebih besar dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Ia menjelaskan, proyeksi nilai tukar Rupiah di kisaran Rp17.400 sejatinya merupakan target untuk keseluruhan tahun 2026. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa angka tersebut berpotensi tercapai hanya dalam hitungan minggu.