Semester I-2018, dana kelola BNP Paribas capai Rp 27,82 triliun
Presiden Direktur PT BNP Paribas Investment Partners (BNPP IP) Vivian Secakusuma mengatakan 60 persen dari total dana kelolaan atau sebesar Rp 16,692 triliun dikontribusikan oleh reksadana saham. Sedangkan sebesar 10-15 persen berasal dari reksadana pendapatan tetap.
Presiden Direktur PT BNP Paribas Investment Partners (BNPP IP) Vivian Secakusuma mengatakan dana kelolaan (asset under management/AUM) hingga semester I-2018 mencapai Rp 27,82 triliun.
Dia menjelaskan, 60 persen dari total dana kelolaan atau sebesar Rp 16,692 triliun dikontribusikan oleh reksadana saham. Sedangkan sebesar 10-15 persen berasal dari reksadana pendapatan tetap.
"Adapun sisanya, dari reksadana terproteksi dan reksadana pasar uang," kata Vivian di Jakarta, Kamis (26/7).
Dia menjelaskan, pasca kondisi makroekonomi yang kurang stabil, perseroan tidak akan merubah target kinerja. Pertumbuhan dana kelolaan tetap ditargetkan sebesar 10 persen menjadi sebesar Rp 31,9 triliun sepanjang tahun ini dibandingkan Rp 29 triliun pada 2017.
Adapun strategi untuk mencapai target pertumbuhan dana kelolaan dan jumlah investor di atas antara lain adalah menambah kanal penjualan reksadana baik secara konvensional maupun online.
"Platform digital tanamduit merupakan kanal keenam dalam distribusi reksadana online kami. Melalui tanamduit, BNPP IP tercatat sebagai perusahaan Manajer Investasi pertama yang menawarkan reksadana dalam mata uang dolar AS di saluran distribusi online" tandas dia.
Sebagai informasi, hingga Juni 2018, total investor reksadana BNPP IP mencapai 8.000 investor, naik sekitar 60 person dari 5.000 investor pada periode yang sama di 2017. Sampai akhir tahun ini, Vivian berharap jumlah investor bertambah menjadi sekitar 10 ribu.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Ini saham bisa dikoleksi di tengah kenaikan harga telur dan daging ayam
Awal 2019, BNI Syariah bakal melantai di bursa saham
Analis sebut saham perbankan masih layak untuk dibeli
Tingkatkan daya serap pasar, BEI diharapkan tambah investor lokal
Asosiasi minta pungutan emiten dihapuskan dan penerapan listing fee diubah