LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sektor properti di Indonesia ini jadi incaran investor asing

Heaf of Advisory JLL Vivin Harsanto mengatakan minat investor asing terhadap Indonesia terus meningkat. Hal ini dinilai mampu menggerakkan berbagai industri Tanah Air, salah satunya industri properti. sektor-sektor properti yang jadi incaran para investor adalah residensial, ritel, perkantoran, dan logistik industrial.

2016-10-05 15:36:07
Properti
Advertisement

Heaf of Advisory Jones Lang LaSalle (JLL) Vivin Harsanto mengatakan minat investor asing terhadap Indonesia terus meningkat. Hal ini dinilai mampu menggerakkan berbagai industri Tanah Air, salah satunya industri properti.

Dia menyebutkan, investor asal Hongkong, Singapura, China, Jepang dan Korea secara konsisten masih menaruh minat yang cukup tinggi terhadap industri properti di Indonesia.

"Investor yang smart masuk ketika properti sedang low biasanya harga mulai tertekan supaya harapkan ada potensial upside," kata Vivin di kantornya, Jakarta, Rabu (5/10).

Advertisement

Dia menambahkan, sektor-sektor properti yang jadi incaran para investor adalah residensial, ritel, perkantoran, dan logistik industrial.

"Investor asing yang cukup aktif mengindikasikan bahwa pasar properti Indonesia memiliki daya tarik sendiri," ungkapnya.

Sektor perkantoran menjadi incaran dikarenakan adanya penurunan harga dan tingkat hunian tersebut. Tercatat, ada permintaan kuat terhadap industri IT atau e-commerce dan bisnis pelayanan.

Advertisement

Sementara untuk perbankan permintaannya masih lemah, meski masih menunjukkan pergerakan yang baik. Sedangkan permintaan untuk sektor minyak dan batu bara terus mengalami pelemahan.

"Sektor e-commerce, IT, dan profesional services menunjukkan trend yang positif dari triwulan sebelumnya, di mana sejumlah ekspansi maupun relokasi ke gedung yang lebih baik masih terjadi," jelas Vivin.

Berdasarkan catatan Jones Lang LaSalle (JLL), tingkatan serapan pada triwulan ini mencapai 10.000 m2 karena adanya pasokan baru. Hal ini menyebabkan harga sewa masih menunjukkan koreksi sekitar 2,5 persen pada kelas A dan premium.

Baca juga:
Riset: Pasar properti RI kembali bergairah di 2017 sebab Tax Amnesty
Imbas ekonomi global, pertumbuhan properti di Indonesia stagnan
Konsultan: Pasokan perkantoran berlebih tapi permintaan berkurang
Dunia butuh satu miliar rumah baru di 2025
Apartemen mewah di kawasan TB Simatupang laris manis
Perusahaan properti asal Jepang bangun apartemen di Lippo Cikarang
Orang terkaya China khawatirkan kenaikan tak wajar di pasar properti

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.