Sektor Properti Banten Melonjak 5,94 Persen pada 2025: Didorong Hunian Tapak dan Subsidi
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten mencatat pertumbuhan signifikan sektor properti Banten sebesar 5,94 persen di tahun 2025, didorong permintaan hunian tapak dan subsidi. Namun, potensi tekanan inflasi tetap menjadi perhatian.
Sektor properti di Provinsi Banten diproyeksikan mengalami pertumbuhan yang sangat positif pada tahun 2025. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten melaporkan bahwa lapangan usaha real estat di wilayah tersebut tumbuh sebesar 5,94 persen secara tahunan (year-on-year).
Capaian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan realisasi tahun 2024 yang hanya tercatat 3,57 persen. Pertumbuhan ini menjadi indikator vital bagi dinamika ekonomi regional.
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten, Ameriza M Moesa, menjelaskan bahwa performa positif pasar properti di 'Tanah Jawara' ini didorong oleh tingginya permintaan masyarakat pada kategori hunian tapak serta perumahan bersubsidi. Hal ini mencerminkan kebutuhan dasar masyarakat akan tempat tinggal yang terus meningkat.
Pertumbuhan Sektor Properti Banten yang Signifikan
Data dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten menunjukkan bahwa sektor properti di wilayah tersebut mencapai pertumbuhan 5,94 persen pada tahun 2025. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan tahun sebelumnya yang hanya 3,57 persen, menandakan akselerasi yang kuat dalam aktivitas pasar real estat.
Ameriza M Moesa menyoroti bahwa lonjakan ini sebagian besar disebabkan oleh permintaan yang tinggi terhadap hunian tapak dan perumahan bersubsidi. Kategori ini menjadi penopang utama pertumbuhan, menunjukkan bahwa pasar properti Banten sangat responsif terhadap kebutuhan perumahan masyarakat.
Meskipun demikian, Ameriza juga memberikan catatan penting bahwa sektor properti seringkali menjadi salah satu komponen yang berkontribusi terhadap tekanan inflasi di daerah. Ini menjadi aspek yang perlu diwaspadai oleh otoritas terkait dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Peran Proyek Skala Besar dan Minat Pasar
Keberadaan berbagai proyek properti skala besar yang terus berjalan secara berkelanjutan di kawasan Tangerang Raya menjadi motor utama dalam menjaga momentum pertumbuhan pasar real estat di Banten. Proyek-proyek ini tidak hanya menarik investor tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal.
Indikator penjualan properti secara keseluruhan juga menunjukkan perbaikan yang signifikan, naik sebesar 27,80 persen (yoy). Peningkatan ini dibarengi dengan tren kenaikan harga jual tanah, yang mengindikasikan tingginya minat pasar dan potensi keuntungan bagi pengembang maupun investor.
Gairah investasi di sektor ini terlihat jelas dari penjualan ratusan unit hunian pada ajang REI Banten Property Expo 2025. Acara tersebut menjadi bukti nyata daya tarik pasar properti Banten bagi konsumen dan pengembang.
Tantangan Inflasi dan Dukungan Program Nasional
Meskipun pertumbuhan sektor properti di Banten sangat menggembirakan, potensi dampaknya terhadap inflasi menjadi perhatian utama. Kenaikan harga properti dan tanah dapat memicu tekanan inflasi yang perlu diantisipasi dan dikelola dengan baik oleh Bank Indonesia dan pemerintah daerah.
Dalam konteks dukungan terhadap kebutuhan perumahan, program nasional tiga juta rumah di Provinsi Banten telah mencapai realisasi 16.331 unit hingga Oktober 2025. Angka ini mempertegas besarnya serapan pasar terhadap hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan akses perumahan yang layak.
Realisasi program ini juga berperan dalam menyeimbangkan dinamika pasar properti, memastikan bahwa pertumbuhan tidak hanya dinikmati oleh segmen atas tetapi juga menjangkau masyarakat luas. Ini adalah langkah krusial untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Banten.
Sumber: AntaraNews