Sekam Padi Dipasok untuk Campuran Bahan Bakar PLTU Indramayu
PLN EPI dan BWI juga juga akan membangun kemitraan jangka panjang melalui koordinasi berkelanjutan dan penguatan tata kelola bisnis.
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berkolaborasi dengan PT Bumi Wiralodra Indramayu (BWI) untuk memasok biomassa jenis sekam padi sebagai campuran bahan bakar (cofiring) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Indramayu, Jawa Barat.
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir mengatakan, kerja sama ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat ekosistem bioenergi nasional sekaligus mendukung target transisi energi dan net zero emission (NZE).
"Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pemanfaatan biomassa berbasis limbah pertanian di daerah," katanya seperti ditulis Antara, Kamis (28/5).
Dalam kolaborasi ini, PLN EPI bertindak atas nama PT PLN Nusantara Power sebagai pengguna akhir biomassa di PLTU Indramayu. Kolaborasi kedua pihak mencakup pengelolaan rantai pasok biomassa, optimalisasi fasilitas produksi, serta penerapan standar kualitas dan kuantitas melalui mekanisme pengujian yang transparan dan akuntabel guna menjaga performa operasional pembangkit.
PLN EPI dan BWI juga juga akan membangun kemitraan jangka panjang melalui koordinasi berkelanjutan dan penguatan tata kelola bisnis, sehingga dapat memastikan keberlanjutan pasokan biomassa sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional.
Hokkop menyebut performa dan kapasitas produksi biomassa dari sekam padi masih sangat mungkin ditingkatkan. Bahkan, menurut dia, target produksi hingga 3.200 sampai 3.300 ton per bulan bukan sesuatu yang sulit dicapai.
"Tinggal bagaimana penyesuaian teknis di tim produksi dan operasional," ujarnya.
Hokkop menegaskan PLN EPI ingin kerja sama tersebut tidak hanya berhenti pada penandatanganan kontrak, tetapi terus berkembang melalui peningkatan volume pasokan. "Kalau amendemen itu penambahan volume, artinya masuk kelas akselerasi. Volumenya terus bertambah, berarti kerja sama dan kapasitasnya juga meningkat," katanya.
Salah Satu Lumbung Padi Nasional
Ia juga mengapresiasi langkah BWI yang berhasil mengembangkan potensi sekam padi menjadi biomassa bernilai ekonomi tinggi.
Menurut Hokkop, kerja sama ini menjadi tindak lanjut konkret setelah sebelumnya PLN EPI menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu terkait pengembangan biomassa dan ekonomi sirkular daerah.
Kabupaten Indramayu merupakan salah satu lumbung padi nasional memiliki potensi besar limbah sekam yang dapat dioptimalkan menjadi pelet biomassa berkualitas tinggi.
Sementara itu, Direktur Utama BWI Robani Hendra Permana mengatakan BWI telah berinvestasi pada tiga mesin produksi dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton per bulan.
"Artinya kapasitas kami saat ini sekitar 3.000 ton per bulan. Kalau kontrak dengan PLN mencapai 6.000 ton, mudah-mudahan dalam tiga sampai empat bulan bisa selesai," ujar Robani.
Buka Lapangan Kerja Baru
Ia menambahkan pengembangan biomassa tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
"Produksi 1.000 sampai 1.500 ton melibatkan sekitar 60 orang mulai dari pengumpul, pengangkut hingga produksi. Kalau nanti kapasitas naik menjadi 3.000 sampai 4.000 ton per bulan, mungkin lebih dari 100 orang bisa terlibat,” ujar Robani.
Selain mendukung kebutuhan energi pembangkit, kerja sama ini juga berkontribusi pada penguatan ekonomi sirkular daerah, pemberdayaan masyarakat lokal, serta peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Indramayu.