Saudi manjakan rakyatnya dengan subsidi, hingga pinjaman tanpa bunga
Saudi juga memberi dana pensiun dan sekolah gratis untuk warganya.
Masyarakat Arab Saudi saat ini menghadapi bom ekonomi. Saudi mulai kehabisan uang tunai karena rendahnya harga minyak dunia.
Sekitar 75 persen anggaran Saudi berasal dari penjualan minyak. Sedangkan harga minyak telah anjlok dalam dari USD 100 per barel di 2014 menjadi hanya USD 36 per barel saat ini. Kebanyakan ahli memprediksi harga minyak masih akan bertahan rendah.
Disaat rendahnya harga minyak, pemerintah Saudi juga menanggung beban subsidi yang sangat besar untuk rakyatnya. Mereka menggunakan kekayaan minyak dan memberi tunjangan kepada warga.
Saat gerakan revolusi Arab Spring mengguncang Timur Tengah pada 2011 dan mengancam pemerintahan monarki seperti Saudi, maka Raja Saudi menggelontorkan dana subsidi lebih banyak lagi untuk meredam situasi.
Berikut ini subsidi dan tunjangan-tunjangan yang diterima warga Saudi seperti dikutip dari CNN, Rabu (6/1).
- Subsidi harga bensin besar besaran (semula 16 sen per liter, sekarang 24 sen).
- Layanan kesehatan gratis.
- Sekolah gratis.
- Subsidi air dan listrik.
- Tak ada pajak penghasilan.
- Dana pensiun masyarakat.
- Sekitar 90 persen tenaga kerja Saudi dipekerjakan oleh pemerintah.
- Pegawai negeri kerap bergaji lebih tinggi dari pegawai swasta.
- Tunjangan pengangguran (berlaku sejak 2011 sebagai reaksi atas Arab Spring).
- Dana pembangunan, yaitu pinjaman bebas bunga untuk membantu pemilikan rumah dan membuka usaha.
Kini anggaran terus menipis, pemerintah Saudi akhirnya menaikkan harga bensin 50 persen dan membuat warga Saudi mengantre panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) hari Senin (4/1) lalu sebelum harga baru berlaku.
"Pemerintah telah mengumumkan pemotongan subsidi dan akan menyakiti keuangan tiap masyarakat," kata mantan duta besar Amerika Serikat di Arab Saudi, Robert Jordan seperti dikutip dari CNN, Rabu (6/1).
Baca juga:
Arab Saudi mulai kehabisan uang, harga BBM dinaikkan 50 persen
Harga minyak dunia naik usai Saudi putus hubungan dengan Iran
Hancurnya ekonomi Arab Saudi hingga 'cabut' subsidi BBM
Tekan defisit, Arab Saudi pangkas subsidi energi
Indonesia ikut prihatin dengan hubungan Iran-Arab Saudi
Cari solusi buat Iran-Saudi, Menlu Retno telepon menlu Rusia