Rupiah masih stagnan di level Rp 14.800-an per USD
Rupiah dibuka di level Rp 14.863 per USD, melemah dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 14.806 per USD. Rupiah terus bergerak melemah usai pembukaan, dan saat ini nilai tukar Rupiah berada di posisi Rp 14.885 per USD.
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak melemah di perdagangan hari ini, Senin (17/9). Rupiah dibuka di level Rp 14.863 per USD, melemah dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 14.806 per USD.
Mengutip data Bloomberg, Rupiah terus bergerak melemah usai pembukaan, meski masih berada di level Rp 14.800-an per USD. Saat ini, nilai tukar Rupiah berada di posisi Rp 14.885 per USD.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo, mengatakan depresiasi atau pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS dari awal tahun atau secara year to date (ytd) mencapai 8 persen. Tanpa intervensi bank sentral, pelemahan Rupiah bisa mencapai 15 persen.
"Intervensi valas (valuta asing) besar. Januari sampai akhir bulan, 8 persen depresiasi. Kombinasi (kebijakan) itu, kalau tak ada, depresiasi bisa sampai 15 persen. Kalau tak ada kenaikan suku bunga, depresiasi juga besar," ujarnya, Jumat (14/9).
Dody mengungkapkan, BI selaku otoritas moneter sudah melakukan tugasnya sebaik mungkin. Antara lain menaikkan suku bunga acuan hingga 125 basis poin (bps) dalam kurun waktu empat bulan terakhir. Serta melakukan intervensi besar-besaran.
Anjloknya Rupiah juga dikatakan sebagai imbas dari banyaknya defisit yang saat ini tengah dialami oleh Indonesia. Mulai dari defisit neraca perdagangan hingga defisit transaksi berjalan atau Current Account Defisit (CAD).
Untuk jangka panjang, Dody berharap ekspor bisa ditingkatkan supaya membantu daya tahan Rupiah di kemudian hari. "Jangka menengah dan panjang, ekspor dorong, impor subtitusi dan masuk ke arah pariwisata."
Baca juga:
Bank Indonesia: Tanpa intervensi, Rupiah bisa anjlok hingga 15 persen
Gaikindo tegaskan industri otomotif tak terganggu pelemahan Rupiah
5 Langkah pengusaha dukung penguatan ekonomi, termasuk gaji ekspatriat pakai Rupiah
Prihatin Rupiah anjlok, mahasiswa geruduk kantor Sri Mulyani
Iklim usaha tengah tak nyaman, Apindo siap bantu pemerintah stabilkan Rupiah