Prihatin Rupiah anjlok, mahasiswa geruduk kantor Sri Mulyani
Merdeka.com - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia Wilayah Jabodetabek dan Banten menggelar aksi unjuk rasa di depan Kementerian Keuangan, pada Jumat (14/9).
Pantauan merdeka.com, tampak pengunjuk rasa yang mengenakan berbagai jas almamater, membentuk pagar betis di depan Kementerian Keuangan. Aksi unjuk rasa dilakukan dengan menggelar orasi, aksi teatrikal, dan gimick-gimick.
Koordinator unjuk rasa, Muhammad Rifaldi mengatakan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan terhadap keadaan perekonomian domestik, terutama depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD).
"Kita melakukan aksi, terkait stabilitas ekonomi nasional yang sempat goyang karena ada depresiasi nilai tukar Rupiah," ungkapnya ketika ditemui di Depan Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (14/9).
Pengunjuk rasa menyuarakan beberapa poin tuntutan, di antaranya mendesak pemerintah agar menjaga stabilitas harga bahan pokok, di tengah melemahnya Rupiah tanpa harus mengintimidasi produk-produk lokal untuk bersaing di pasar nasional.
"Menekan pemerintah untuk mempermudah akses mendapatkan pinjaman, dengan menjaga suku bunga kredit yang rendah," katanya.
Pihaknya pun mendorong pemerintah untuk memperluas ekspor dengan mencari pasar alternatif untuk mengurangi impor.
"Meminta Pemerintah mempermudah proses bongkar muat di pelabuhan untuk mendorong ekspor. Mendesak pemerintah mengakomodir produk lokal agar lebih dikenal," tandasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya