LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Rupiah Masih Melemah Sentuh Level Rp14.463 per USD

Rupiah dibuka di Rp14.415 per USD, melemah dibanding penutupan di perdagangan sebelumnya di Rp14.360 per USD. Rupiah masih melanjutkan pelemahan usai pembukaan hingga menyentuh level Rp14.463 per USD. Namun kemudian, Rupiah menguat dan saat ini bergerak stagnan di posisi Rp14.423 per USD.

2021-03-09 11:44:32
Kurs Rupiah
Advertisement

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuatif di perdagangan hari ini, Selasa (9/3). Pagi ini, Rupiah dibuka di Rp14.415 per USD, melemah dibanding penutupan di perdagangan sebelumnya di Rp14.360 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah masih melanjutkan pelemahan usai pembukaan hingga menyentuh level Rp14.463 per USD. Namun kemudian, Rupiah menguat dan saat ini bergerak stagnan di posisi Rp14.423 per USD.

Tim Riset Monex Investindo Future mencatat, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta masih terkoreksi dibayangi kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS. "Dolar AS masih berpeluang menguat di awal sesi Selasa bila melanjutkan sentimen beli dolar AS yang ditopang naiknya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS," tulis tim dalam kajiannya di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (9/3).

Advertisement

Telah disetujuinya stimulus fiskal pemerintah AS sebesar 1,9 triliun dolar AS oleh Senat AS di akhir pekan lalu dan janji Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell untuk mempertahankan stimulus moneter untuk menopang pemulihan ekonomi AS, telah menopang kembali naiknya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Dolar AS naik ke level tertinggi dalam 3,5 bulan pada Senin (8/3) kemarin karena meningkatnya tingkat imbal hasil obligasi AS yang membuat takut investor dan meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven dolar AS.

Setelah turun sekitar 4 persen pada kuartal terakhir 2020, dolar AS telah menguat hampir 2,5 persen pada tahun ini hingga hari ini karena investor memperkirakan kenaikan secara luas dalam tingkat imbal hasil obligasi AS yang dapat membebani penilaian ekuitas dan meningkatkan permintaan untuk mata uang AS.

Advertisement

Data ekonomi AS akhir-akhir ini juga mendukung penguatan dolar AS seperti laporan jumlah tenaga kerja di luar sektor pertanian yang menambahkan 379.000 pekerja pada bulan lalu. Indeks dolar AS pada pukul 20:46 WIB Senin (8/3) terlihat menguat sekitar 0,3 persen di level 92,23, yang merupakan level tertinggi sejak akhir November.

Baca juga:
Masih Dibayangi Imbal Hasil Obligasi, Rupiah Ditutup Melemah di Rp14.360 per USD
Rupiah Melemah ke Rp14.365 per USD Terimbas Hasil Obligasi AS
Nilai Tukar Rupiah Terperosok ke Level Rp14.300 per USD
Rupiah Ditutup di Rp 14.267 per USD Dipicu Kenaikan Imbal Hasil Surat Utang AS
Rupiah Melemah ke Rp14.303 per USD, Seiring Ekspektasi Pemulihan Ekonomi AS
Rupiah Ditutup Menguat Seiring Turunnya Imbal Hasil Obligasi AS

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.