Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Masih Dibayangi Imbal Hasil Obligasi, Rupiah Ditutup Melemah di Rp14.360 per USD

Masih Dibayangi Imbal Hasil Obligasi, Rupiah Ditutup Melemah di Rp14.360 per USD Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup melemah masih dibayangi meningkatnya imbal hasil (yield) obligasi AS yang kini mencapai level 1,6 persen. Rupiah ditutup di Rp 14.360 per USD, melemah dibanding pembukaan hari ini di Rp14.335 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah bergerak stagnan sejak siang hingga mendekati penutupan. Namun, Rupiah sempat melemah lagi ke Rp14.380 per USD. Kemudian menguat tipis dan ditutup di Rp14.360 per USD.

Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin mengatakan, tekanan masih dialami rupiah di mana hal yang sama juga terjadi dengan mata uang utama dunia lainnya.

"Kenaikan yield obligasi AS menjadi pemicu penguatan dolar selama pekan kemarin mencapai 1,2 persen. Ditambah lagi harapan pasar akan stimulus AS yang makin melimpah di pasar keuangan karena banyaknya peredaran mata uang di pasaran," ujar Nanang dikutip Antara, Senin (8/3).

Hal tersebut, memberi dorongan tersendiri bagi dolar bahwa proses pemulihan ekonomi AS lebih cepat dibandingkan negara maju lainnya.

Stimulus fiskal AS senilai USD1,9 triliun telah diloloskan oleh Senat. Selanjutnya, pengesahan akan dilakukan oleh Kongres AS dan dikirimkan kepada Presiden Joe Biden untuk ditandatangani sebelum batas waktu 14 Maret 2021 dan memperbaharui program bantuan sebelumnya.

Menurutnya, kini rupiah cukup sulit untuk kembali bergerak di bawah Rp14.200 per USD. Saat ini potensi terdekat rupiah adalah untuk mengejar area resisten Rp14.400 dan Rp14.450, serta yang paling krusial Rp14.500. Sedangkan untuk support di Rp14.310 dan Rp14.250.

"Untuk dalam negeri belum ada faktor penting yang menjadi perhatian, karena faktor eksternal cukup deras perhatian yakni laju inflasi AS," imbuhnya.

Dari domestik, Survei Konsumen Bank Indonesia pada Februari 2021 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi membaik. Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2021 sebesar 85,8, sedikit meningkat dari 84,9 pada Januari 2021.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP